Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan seorang Istri

Sesuap Bahagia di Pagi Hari

Bahagia itu sederhana, sesederhana rasa syukur karena memiliki waktu untuk menyiapkan makanan untuk suami tercinta, mengambilkan beberapa sendok nasi hangat yang masih mengepulkan uap, mengambilkan lauk makanan yang tidak dia jangkau, menyediakan air minumnya, dan menemaninya saat makan. Melihatnya menikmati sesuap demi sesuap makanan yang telah kumasak dengan cinta dan doa. Mungkin tak selalu enak, hanya lauk sederhana, kadang juga tak sesuai seleranya. Bagaimanapun usia pernikahan kami masih sangat singkat, kami masih saling belajar menyesuaikan. Namun, meskipun begitu makanan dipiringnya selalu habis, begitu caranya menghargai dan berterima kasih, jika suka maka Ia akan minta tambah.  Yah, menurutku aku adalah perempuan beruntung karena memilliki banyak waktu di rumah. Saya memang mengajar di kampus, namun hanya beberapa jam dalam seminggu. Selebihnya, saya membuka kursus rumahan sehingga semua aktifitas berpusat di rumah, proses belajarnya, rapat dan pembimbingan tent...

Menunggu dengan Bahagia

Peran yang baru dalam hidup akan selalu membuat doa-doa semakin bertambah, harapan-harapan semakin subur, usaha dan kerja keras akan semakin meningkat, semua berbanding lurus dengan penantian-penantian yang akan semakin menguras waktu, karena sedang menunggu giliran untuk segera terwujud. Terlebih menjadi seorang istri, sebuah peran yang sungguh luar biasa. Aku kembali tersadar, untuk kesekian kalinya saat meliat wajah pulas suamiku yang jatuh tertidur karena kelelahan. Udara kesyukuran memenuhi rongga dadaku, air mata ketakziman membasahi pipiku, bahwa Allah telah mempertemukanku dengan lelaki yang akan menemaniku menuju Syurga-Nya, pertemuan yang telah tercatat tiga ribu tahun sebelumnya dalam Lauh Madfuz, sebuah kitab yang berisi takdir manusia.  Yah, menatap wajahnya lekat-lekat, mengecup keningnya perlahan-lahan, lalu mengusap rambutnya dengan lembut sambil membacakan Al-fatihah, doa penyabar, juga harapan-harapan tentangnya. Menyesali setiap bantahan, mengutuk setia...