Subhanallah, sehabis shalat magrib, Hp saya berdering, sebuah nomer baru. "Maaf benar dengan Andi Asrawaty?" Suara seorang gadis di ujung telepon sana. "Ia, maaf ini siapa?" Tanyaku penasaran. "Saya Ana dari Bulukumba," Jawabnya. Saya membaca sebuah cerpen di koran dan saya berniat menganalisnya, "Ow... Ia, ada yang bisa saya bantu?" Jawabku sedikit formal, soalnya si penelponnya formal juga sih! "Penulisnya Andi Asrawaty, saya boleh tahu tidak biografi pengarang? (Tuh kan Ananya formal banget) Soalnya saya sedang menganalisis unsur extrinsik cerpen anda." Lanjutnya. "Boleh," kata saya, sambil tersenyum, Kalau boleh tahu Ana ini esema, kuliah or? Saya mencoba mencairkan pembicaraan, "Saya Mahasiswa STKIP" Em... Dan, mulailah perbincangan itu... Subhanallah, supraise banget untuk yang pertama kalinya ada orang yang berniat menganalisis cerpen saya. Dan bagian y...
Mungkin kita berbeda, tapi yakinlah kita berasal dari sebuah cahaya yang sama, putih...