Maaf telah membawamu masuk ke jalan -jalan sepi. Jalan yang tak banyak dilalui orang.
Aku melihatmu mulai menemukan titik-titik cahaya di sana, menengadah ke langit dengan tersenyum.
Akh, khawatir sebenarnya meninggalkanmu sendiri di sana, dengan iman yang masih prematur.
Maaf tak mampu menemanimu melewati segala. Ini memang jalan yang sepi. Bahkan saat kau mulai mencoba memakai pakaian takwa, orang pertama yang mungkin mengolokmu adalah keluarga
Lalu di kampus kau pasti akan bertemu dengan nada-nada satire akan sikap dan pemikiranmu yang mulai berbeda
Dan karena perubahan sikapmu oleh ilmu yang telah terinternalisasi, kau akan berada ke subuah dunia baru, meninggalkan atau ditinggalkan oleh komunitasmu.
Yah, aku tahu semuanya berat. Terimakasih telah bersedia menemaniku menanggung beban ini
Beban yang tidak mampu ditanggung bahkan oleh langit, bumi dan gunung sekalipun. Tapi apakah jalan ini benar-benar sunyi?
Karena akan ada kebahagian yang selalu menelusup perlahan ke hati, mengetahui kita tak sendiri
Di ujung sana ada ukhuwah yang indah menanti
Ada cinta Allah yang abadi
Ada kasih sayang Rasulullah yang tak bertepi
Juga ada syurga menanti
Semoga kau tetap di sana, menemaniku melewati jalan-jalan sepi
Mngacuhkan semua silau dunia
Lalu kita akan melangkah, bersicepat dengan waktu Menawarkan cinta pada jalan-jalan sepi
Menjemput cahaya...
Seminggu selepas purnama, Maaf aku tak datang Seminggu selepas purnama Ada yang mencipta berbagai guratan yang menyeretku, terpaku Aku terjebak dalam labirin wajah rembulan dan menghilang Dan kita hanya bisa berjanji Tentang pertemuan, seminggu selepas purnama Karena takdir mampu menyapu dan mengubah segala Seperti awan yang tiba-tiba menutupi bulan Seminggu selepas purnama Kudengar ada adik kecil berjiwa bidadari pergi, Menuju rumah abadinya Kau boleh bersedih Aku bahkan tidak mampu mengucap satu kata pun Aku berdoa dalam diam Dan benar katamu Ia tidak mati, tapi ia sedang memulai hari kehidupan yang baru Di tempat yang berbeda Namun yakinlah, kita akan bertemu pada minggu-minggu berikutnya selepas purnama yang entah Pada suasana yang tidak bisa kita tebak Seminggu selepas purnama Aku dilema, tanpa kata, tanpa kabar Tanpa perpisahan Karena memang tidak ada perjumpaan Seminggu selepas purnama Seseorang di sana merindukanku, lebih dari biasa Palu, ...
Komentar