Tentang kisah-kisah yang usai tanpa bahkan dimulai,
lalu berakhir tanpa salam perpisahan,
Juga tentang kepergian yang entah di mana jejaknya.
Adakah air mata? Kecewa? Atau rindu?
Oh ataukah janji yang kandas, tak pernah sampai? Atau bahkan terlupa.
Adakah gelisah yang menyergap pada setiap desahan nafas?
Tak ada, hanya pada-Nya kuadukan segala
Tapi harapan tak pernah usang
Mimpi akan terus bergulir
Adakah kali ini cerita akan selesai pada bingkai kehidupan yang akan mempertemukan hidup kita
Sudahkah kau mendengar cerita tentangku?
Karena berita tentangmu telah sampai ke depan rumahku,
Akankah kau akan benar-datang?
Doakan aku, seperti aku yang selalu mendoakanmu, seperti pintamu.
Seminggu selepas purnama, Maaf aku tak datang Seminggu selepas purnama Ada yang mencipta berbagai guratan yang menyeretku, terpaku Aku terjebak dalam labirin wajah rembulan dan menghilang Dan kita hanya bisa berjanji Tentang pertemuan, seminggu selepas purnama Karena takdir mampu menyapu dan mengubah segala Seperti awan yang tiba-tiba menutupi bulan Seminggu selepas purnama Kudengar ada adik kecil berjiwa bidadari pergi, Menuju rumah abadinya Kau boleh bersedih Aku bahkan tidak mampu mengucap satu kata pun Aku berdoa dalam diam Dan benar katamu Ia tidak mati, tapi ia sedang memulai hari kehidupan yang baru Di tempat yang berbeda Namun yakinlah, kita akan bertemu pada minggu-minggu berikutnya selepas purnama yang entah Pada suasana yang tidak bisa kita tebak Seminggu selepas purnama Aku dilema, tanpa kata, tanpa kabar Tanpa perpisahan Karena memang tidak ada perjumpaan Seminggu selepas purnama Seseorang di sana merindukanku, lebih dari biasa Palu, ...
Komentar