Langsung ke konten utama

Kita dalam Beda

Kita, hanya bisa menambah kekayaan pemikiran saat kita bertukar milyaran kata.
Kita, sejak awal, memang terlahir dari rahim pergerakan yang berbeda. Tidak ada yang bergeming, kita tetap berdiri pada pendirian masing2.

Pertemuan selalu misteri...
Tiba2 kita bertemu pada sebuah sore,
Dan kita, akan saling mengerti bukan?
Kita akan tetap menerima kebenaran masing2, dengan warna-warni beda.
Kita, tidak akan menyangkal kebenaran.
Karena kita berasal dari cahaya yang sama, Putih.

Tapi, jika nanti kita tiba pada suatu ketika di mana semesta menjadikan pelangi menghiasi Langit Sore, seperti impian kita.

Kuharap kita menemukan kebenaran yang sama, semoga tak ada ego.
Karena sesungguhnya, kebenaran bukan hanya soal memuaskan logika, tapi kebenaran akan mengelus hatimu yang terdalam.

Entahlah, aku yakin, sebesar keyakinanmu padaku...
Satu hal yang kuyakini
kau adalah Pejuang sesungguhnya, yang hatinya selembut salju.
Dan mampu menghangatkan seperti langit sore...
Ketika kebenaran Hakiki menyentuh hatimu dengan cinta...
Seperti katamu kita dipertemukan oleh sebuah kebenaran universal...

Taukah kau, aku akan menanti suatu ketika itu...

Komentar

Anonim mengatakan…
langit sore....

Postingan populer dari blog ini

Seminggu Selepas Purnama

Seminggu selepas purnama, Maaf aku tak datang Seminggu selepas purnama Ada yang mencipta berbagai guratan yang menyeretku, terpaku Aku terjebak dalam labirin wajah rembulan dan menghilang Dan kita hanya bisa berjanji Tentang pertemuan, seminggu selepas purnama Karena takdir mampu menyapu dan mengubah segala Seperti awan yang tiba-tiba menutupi bulan Seminggu selepas purnama Kudengar ada adik kecil berjiwa bidadari pergi, Menuju rumah abadinya Kau boleh bersedih Aku bahkan tidak mampu mengucap satu kata pun Aku berdoa dalam diam Dan benar katamu Ia tidak mati, tapi ia sedang memulai hari kehidupan yang baru Di tempat yang berbeda Namun yakinlah, kita akan bertemu pada minggu-minggu berikutnya selepas purnama yang entah Pada suasana yang tidak bisa kita tebak Seminggu selepas purnama Aku dilema, tanpa kata, tanpa kabar Tanpa perpisahan Karena memang tidak ada perjumpaan Seminggu selepas purnama Seseorang di sana merindukanku, lebih dari biasa Palu, ...

Tanpa Suara

Hukuman paling telak adalah diam Jiwa terasa tercerabut Semangat melayang entah ke mana Jika kau masih diam Maka kelak kau akan menjumpainya Diam selamanya Karena dia telah mati bersama kata-kata terakhirmu

Belajar dari Palayanan Kesehatan Makassar, Menebar Inspirasi dan Manfaat Bersama Astra

Bagi kami sekeluarga berobat ke dokter dan dirawat inap di rumah sakit adalah pilihan terakhir. Ibu saya pernah mengalami trauma pasca kematian adik saya. Usianya baru tiga bulan saat itu, Amal, nama almarhum demam   tinggi dan sangat rewel, situasi   yang tidak biasa karena biasanya Almarhum adalah bayi yang tidak rewel. Saat itu, Ibu akhirnya memutuskan untuk membawa adik saya ke rumah sakit, setelah dirawat inap tiga hari. Amal meninggal. Saya lupa apa penyebab kematiannya, usia saya saat itu masih tiga tahun, tapi konon saat itu adik saya mengalami mal praktek. Selepas kejadian tersebut, Ibu akhirnya sangat trauma. Bahkan saat saya sakit tipes, hampir satu bulan lamanya saya bedrest di rumah, ibu tidak ingin saya dirawat di rumah sakit.  Mungkin kasus tentang adik saya tersebut hanya satu di antara ratusan kasus yang terjadi, sebagian diketahui oleh publik sebagian lagi hanya menjadi cerita yang tidak tersampaikan. Hal ini yang kemudian menjadi salah satu fa...