Langsung ke konten utama

Online Community as a New Islamic Movement of Youth in Modern Era


Nowadays, social media is being the part of youth live. It was big challenges for young generation. Many youth could use this opportunity positively by online community to spread Islamic Ideas and knowledge. Among the group, Ngaji Cara Asyik (NCA) and HCB are the group community that using WhatsApp to communicate and engage with their community members. They create attractive and creative activities both in group or member meeting to teach Al-Quran and  Islamic Ideas.

NCA
NCA is a group to learn the holy Al-Quran. The member will send their voice record when reciting 3 ayat in Al-Quran, then it will be corrected by the Mentor via WA. The members came from many regions in Indonesia.





Group Activity

Now, NCA activities not only in WA, but also help people actively @ remote area, in last Ramadhan NCA also held interesting activity called Ramadhan Ceria to teach children about Islam.


Nca Acivity: Ramadan Ceria



Hijab Syar'i Buol (HSB)

HSB is a local group of yout community in Buol, a city of Center Sulawesi namely Hijab Syar'i Buol. This youth community is moved in WA group also to teach Islam. All the activities like ta'lim, human activity and many others is announced via WA group. Every week they will meet to attend Islamic speech and discuss about Islam or their group activities. Now, the group activities not limited to ta'lim, but in large scale they hold seminar, workshop even fundraising to humanities activities.




Fundraising for Rohingnya 

Hopefully the growth of Online Community like NCA and HSB as a new Islamic movement in this modern Era could bring positive impact to Islamic Education.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seminggu Selepas Purnama

Seminggu selepas purnama, Maaf aku tak datang Seminggu selepas purnama Ada yang mencipta berbagai guratan yang menyeretku, terpaku Aku terjebak dalam labirin wajah rembulan dan menghilang Dan kita hanya bisa berjanji Tentang pertemuan, seminggu selepas purnama Karena takdir mampu menyapu dan mengubah segala Seperti awan yang tiba-tiba menutupi bulan Seminggu selepas purnama Kudengar ada adik kecil berjiwa bidadari pergi, Menuju rumah abadinya Kau boleh bersedih Aku bahkan tidak mampu mengucap satu kata pun Aku berdoa dalam diam Dan benar katamu Ia tidak mati, tapi ia sedang memulai hari kehidupan yang baru Di tempat yang berbeda Namun yakinlah, kita akan bertemu pada minggu-minggu berikutnya selepas purnama yang entah Pada suasana yang tidak bisa kita tebak Seminggu selepas purnama Aku dilema, tanpa kata, tanpa kabar Tanpa perpisahan Karena memang tidak ada perjumpaan Seminggu selepas purnama Seseorang di sana merindukanku, lebih dari biasa Palu, ...

Tanpa Suara

Hukuman paling telak adalah diam Jiwa terasa tercerabut Semangat melayang entah ke mana Jika kau masih diam Maka kelak kau akan menjumpainya Diam selamanya Karena dia telah mati bersama kata-kata terakhirmu

Belajar dari Palayanan Kesehatan Makassar, Menebar Inspirasi dan Manfaat Bersama Astra

Bagi kami sekeluarga berobat ke dokter dan dirawat inap di rumah sakit adalah pilihan terakhir. Ibu saya pernah mengalami trauma pasca kematian adik saya. Usianya baru tiga bulan saat itu, Amal, nama almarhum demam   tinggi dan sangat rewel, situasi   yang tidak biasa karena biasanya Almarhum adalah bayi yang tidak rewel. Saat itu, Ibu akhirnya memutuskan untuk membawa adik saya ke rumah sakit, setelah dirawat inap tiga hari. Amal meninggal. Saya lupa apa penyebab kematiannya, usia saya saat itu masih tiga tahun, tapi konon saat itu adik saya mengalami mal praktek. Selepas kejadian tersebut, Ibu akhirnya sangat trauma. Bahkan saat saya sakit tipes, hampir satu bulan lamanya saya bedrest di rumah, ibu tidak ingin saya dirawat di rumah sakit.  Mungkin kasus tentang adik saya tersebut hanya satu di antara ratusan kasus yang terjadi, sebagian diketahui oleh publik sebagian lagi hanya menjadi cerita yang tidak tersampaikan. Hal ini yang kemudian menjadi salah satu fa...