Seorang ibu, tetaplah seorang ibu, seberapa menyeramkan apapun dia. Seorang Ibu, segalak apapun dia, tetaplah seorang Ibu. Ibu, kau tidak akan terganti oleh apapun, seberapa kejamnya orang atau dunia menghinamu, tetaplah tegar. Kuatkanlah dirimu. Semangatlah. Karena sungguh, menjadi ibu sungguh tidak mudah. Menjadi ibu membuatmu hampir melupakan jati dirimu. Kamu hijrah, sepenuhnya dengan status baru. Kamu adalah ibu, ibu yang hebat.
Bagi kami sekeluarga berobat ke dokter dan dirawat inap di rumah sakit adalah pilihan terakhir. Ibu saya pernah mengalami trauma pasca kematian adik saya. Usianya baru tiga bulan saat itu, Amal, nama almarhum demam tinggi dan sangat rewel, situasi yang tidak biasa karena biasanya Almarhum adalah bayi yang tidak rewel. Saat itu, Ibu akhirnya memutuskan untuk membawa adik saya ke rumah sakit, setelah dirawat inap tiga hari. Amal meninggal. Saya lupa apa penyebab kematiannya, usia saya saat itu masih tiga tahun, tapi konon saat itu adik saya mengalami mal praktek. Selepas kejadian tersebut, Ibu akhirnya sangat trauma. Bahkan saat saya sakit tipes, hampir satu bulan lamanya saya bedrest di rumah, ibu tidak ingin saya dirawat di rumah sakit. Mungkin kasus tentang adik saya tersebut hanya satu di antara ratusan kasus yang terjadi, sebagian diketahui oleh publik sebagian lagi hanya menjadi cerita yang tidak tersampaikan. Hal ini yang kemudian menjadi salah satu fa...

Komentar