Langsung ke konten utama

Postingan

Masalah, Mari Kusambut Dirimu

Hm, memang hidup tidak semulus yang kau lihat dipermukaan. Memang ada orang-orang yang hidupnya terlihat bergitu indah. Agama bagus, karier bersinar, prestasi gemilang, jodoh enteng, keluarga harmonis. Wuih, ternyata tak seindah dan selancar yang kita bayangkan. Mereka mati-matian dan akhirnya mampu bersahabat dengan masalah-masalah yang datang. Menghadapi "sang masalah" tergantung bagaimana persepsi, ilmu dan juga pengalaman. Mereka telah melalui pasang-surut kehidupan. Hanya saja mungkin kita hanya melihat permukaannya. Kemudian kita serta merta cemburu, menyalahkan Allah atau takdir. Semoga tidak. Dan ilmu yang paling jitu adalah dekat dengan Allah, karena "Barang siapa menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya" (Q.S. Muhammad :7) Yah, masalah yang dihadapi setiap orang berbeda, sesuai dengan kesanggupan manusia, karena Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya sesuai dalam firman Allah yaitu:...

Buat Aku Tersenyum

Datanglah sayang, dan biarkan ku berbaring Di pelukanmu, walau untuk sejenak Usaplah dahiku, dan ‘kan ku katakan semua [Reff:] Bila ku lelah tetaplah disini, jangan tinggalkan aku sendiri Bila ku marah, biarkan ku bersandar, jangan kau pergi untuk menghindar Rasakan resahku, dan buat aku tersenyum Dengan canda tawamu, walaupun ‘tuk sekejap Kar’na hanya engkaulah, yang sanggup redakan aku Kar’na engkaulah satu-satunya untukku, dan pastikan kita s’lalu bersama Kar’na dirimulah yang sanggup mengerti aku, dalam susah ataupun senang [Bridge:] Dapatkah engkau s’lalu menjaga ku Dan mampukah engkau mempertahankan ku Lagu ini lagu favoritku jaman - jaman SMA dulu , sekarang aku tak lagi banyak menikmati lagu - lagu semenjak Hijrah , tapi ada saat - saat tertentu aku ingin saja mendengarnya . Tapi memang saya lebih menyukai lagu - lagu dulu , Sheila On 7, Elemen , Padi , Gigi dll ... Hm pokoknya lagu2 mereka k...

Sebuah Prinsip

Sebuah prinsip, kadang-kadang bertentangan dengan hati, terkadang dengan logika. Tidak jarang, hati bertentangan dengan logika. Tapi buatku, prinsip akan menentukan kapan kita harus memenangkan hati atau logika atau bahkan mampu menyatukan hati dan logika. Prinsip juga tentang merealisasikan janji yang pernah terucap. Tak peduli, sesulit apapun, tak peduli siapapun yang harus kau hadapi, dan seberapa besarpun rintangan yang menghadang. Kecuali yang terucap adalah keterpaksaan, dan saat itu juga sebenarnya kau telah mematahkan prinsipmu. Apa prinsip hidupmu ? Semoga , kita selalu berpegang teguh pada prinsip yang telah dicontohkan Rasulullah SAW pad a kita ... Amiin

Yang Tak Bisa Mencintaimu Lagi

Aku dan waktu telah membeku menyimpan dinginnya luka yang kau seduh Bilamana musim memaksamu membalik kemudi membawamu kembali menggoda kenangan hidup lagi : dongeng kau dan aku sungguh tidak bisa lagi aku menamaimu duka yang dulu hanya bekas hujan pada tanah dam lekas lenyap begitu saja sebagaimana embun di daun atau halimun dan hilang ditelan cahaya Segala tentangmu ingin punah saja tenggelam membawa luka dan duka Aku, di sini, tak bisa menjatuhkan cinta padamu lagi Dan bila akhirnya aku harus jatuh cinta mungkin bukan dirimu yang akan kucintai, melainkan dia Andai waktu bisa mencurahkan segalanya ada hati yang berbisik lirih pesonanya yang terbaik Sebuah puisi pada sehimpun puisi Roman Semesta, Kak Fitrawan Umar,,,

Andai Saja

Pernahkah kau mencoba untuk menghindar dari seseorang, berlari sejauh-jauhnya, menghindari setiap pertemuan, bahkan ingin menghilang dari hidupnya, atau berandai-andai, andai saja kau tidak  pernah kenal dengannya atau bahkan kau berharap tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi semuanya berbeda, semua berada di luar skenariomu. Kau tetap bertemu di koridor, harus mengambil sesuatu darinya, mesti berkomunikasi dengannya dan seluruh semesta menarikmu dalam hidupnya. Entah siapa yang tertarik, dirimu ke dalam hidupnya atau hidupnya ke dalam hidupmu. Atau pernah juga kau begitu ingin berjumpa seseorang, berharap bertemu di toko buku, atau tidak sengaja berpapasan di jalan, atau mungkin kalian akan berteduh pada halte yang sama, menahan kalian dalam hujan. Atau berharap suatu saat akan berjumpa, dan berandai-andai kalau saja dulu kau tidak berpisah dengannya. Tapi ternyata kau tidak lagi pernah bertemu dengannya. Seberapa pun kau sudah mencoba menskenariokannya, itu hanya sek...

Terimakasih Cinta

Assalamualaikum Cinta, Maaf telah membuatmu khawatir belakangan ini. Kau, mengingatanku selalu. Jika kaki-kakiku menginjak kerikil sehingga aku harus tersandung berkali-kali Padahal, kita sudah menenpuh jalan yang lurus. Bagaimana yah Cinta, kalau kita menempuh jalan yang salah. Ah, entah apa jadinya kita. Cinta, aku bersyukur memilikimu di jalan ini. Kau, selalu mengerti, memberiku nasehat serupa angin mamiri, membekas dan kukenang, selalu. Hampir aku jatuh, terporosok Bukankah kita wanita biasa, tanpa sedikitpun kelebihan, selain iman yang terengah-engah kita pertahankan, karena rayuan dunia semakin bergolak. Yakinlah. Aku perempuan tegar, seperti dirimu yang penuh kesabaran. Kita saling melengkapi, sungguh aku bersyukur memilikimu, Cinta... Terimakasih nasehat dan doamu, itu lebih dari seribu hadiah. Kini, telah kutemukan petunjuk itu. Akan kuberi tantangan padanya, mampukah ia membersamai menuju cahaya? Jika tidak, aku yakin, akan ada cinta yang lain. Bagaimana den...

Sandiwara Langit dan Bumi

Tidak selamanya bunga-bunga yang kita tanam akan merekah dengan Indah, apatah lagi menghasilkan buah yang ranum Seperti impian kita, sayang... Sakit, kecewa, jika dia akhirnya layu perlahan-lahan bahkan mati Padahal kita telah membeli bibit yang paling unggul Mungkin, karena sinar matahari yang mungkin berlebih Atau, karena air kehidupan yang kita berikan mungkin tak cukup Dan mungkin kita terlalu sibuk, dan lupa memberi pupuk Juga tanaman lain menggerogotinya, karena ia tak pernah lagi kita tengok Dan kita, terlalu sibuk dengan hidup kita masing-masing Kita gagal? Tidak... Kegagalan akan mengajari kita, menemukan bibit yang paling cocok Dan nantinya tak usah mengulang kesalahan yang sama... Bukankah sudah berkali-kali kita jatuh... Kita, harus belajar saling mengihlaskan Tanaman yang akan layu harus segera kita ganti Kau membutuhkan bunga yang indah untuk menemani harimu Aku juga harus memetik buah yang telah ranum Kita harus berhenti berpura-pura Karena keterpaksaa...

Setia Itu

Aku tahu ragamu tak bisa didikte Karena kau lebih lihai berintruksi Aku masih belajar merangkak Menyelipkan inginku padamu Seperti menyisipkan kekata Pada bait puisi Agar yang mengalir adalah ketenangan Bukan keterpaksaan Katakan padaku, adakah cinta seindah dari-Nya? Sehingga kita mencari-cari pembenaran Atas ketidaksetiaan pada-Nya Bukalah hatimu seluas langit Maka Ia akan merentangkan pintu dengan hamparan yang lebih luas dari bima sakti Saat itu kau dapatkan cinta sejati. Cinta itu anugrah . Maka janganlah mencintai seseorang yang tidak mencintai Allah .. jika Allah saja ia tinggalkan , apalagi engkau . Tapi jika ia ternyata jodohmu , mungkin Allah mengirimnya untukmu aga r ka u bis a mengajari nya mencin tai Alla h . Suat u sa at dia akan menjadi saingan terberatmu mencintai Allah , membersamaimu menuju s urgaNya ."

Berdamai dengan Hati

Beberapa minggu yang lalu, saya memberanikan diri untuk membawa motor sendiri dari Bone kota, menuju ke desa Sumaling, kecamatan Mare, silaturahmi pasca lebaran kemarin, ke rumah tante sekaligus siarah ke makan kakek dan nenek. Ummi tak mau dibonceng olehku, masih takut, jadinya aq membonceng fila. Ummi dibonceng kak Darwis, sepupuku. Jarak kota Bone dan Sumaling kira-kira 40 km, dengan medan jalan yang tidak terlalu sulit. Tapi tetap sj sebenarnya berbahaya, apalagi untukku yang belum terlalu lincah naik motor. Di tambah sekitar 5 km jalan yang rusak, berbatu dan becek selepas hujan. Tapi, aku bukan orang penakut, selain itu kan ada kak Darwis dan Ummi, Allah juga selalu melindungi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami PP, pergi pagi pulang sore. Abis dari Sumaling, kami ke Mare melewati sungai di Sabballoang, dan wuish... Jalannya naudzubillah, berlumpur, kami terjebak, sudah terlalu jauh untuk pulang, sudah menyebrang sungai pula naik perahu, di tambah kak darwis yang ...

Sajak-sajak dalam Doa

Kukirimkan doa berupa sajak Padamu Karena namamu masih bernafas dalam hatiku Walau kurasa jarak semakin membuatnya terengah melawan penatnya rasa sendiri Aku hanya hendak memperjelas ukiran nama-Nya di batinmu Membasuhnya dengan cahaya Biar kedamaian syurga menelusup di hatimu Agar kau tak akan pernah merasa hilang Dan tak lagi terjerat silau dunia yang memerangkapmu dalam sepi tak bertepi Seandainya pun kelak bukan namaku yang bertahta di sana Lagi, kukirimkan sajak berupa doa Untukmu

Disappear

Let me disappear and then see what will you do? Will you hold my hand, or just allow me to go... Actually it so simple, as long as you assure me, everything will be fine I just need a simple words and solutions Motivation to remove my doubt Advice to strengthen my power More attention to assure me... Let me know your worry Let me know your sorrow And share your happiness So, I can understand My existence is precious to you

Pada Akhirnya Mungkin

Pada Akhirnya Akan ada cerita yang usai Sebelum semunya benar-benar selesai Seperti hujan yang tiba-tiba reda Sebelum bumi meretas rindu Lalu Pelangi tak jua Muncul Dan langit hanya berubah menjadi gelap Dan kita pada akhirnya akan berjalan pada kehidupan masing - masing Yang pada awalnya kita coba pertemukan Jangan - jangan kita adalah sepasang garis luru s yang sejajar Dan tidak akan pernah bertemu

Selimuti Hatiku

Aku ingin melupakan kekecewaan Agar benih-benih benci mati sebelum berkembang Aku ingin membunuh harga diri Yang membuatku eggan untuk merunduk Ingin kuruntuhkan jarak di antara hati kita, Agar aku bisa mengungkap segala Sejatinya aku yang harus mengerti Bahwa dirimu bukan kau yang dulu Rindu ini sebenarnya mendesak-desak Menyisakan hujan yang tak pernah reda Namun hatiku masih berupa karang Terlalu lama terombang-ambing atas kesakitan-kesakitan yang kau ciptakan Aku hampir menjadi pesakitan, Tapi pad-Nya selalu kulabuhkan harapan Aku ingin hatiku berubah menjadi kapas Agar ia dapat terbang dengan mudah ke arahmu Dan aku bisa mendekapmu seperti seharusnya Sebelum aku pergi, Aku ingin bersandar di bahumu, mengungkapkan segala gundah Membayar rindu... Tapi bagaimana bisa Sedangkan genderang perang di ujung lidahmu membuat aku selalu menjadi karang Aku mohon ajari hatiku menjadi kapas... Aku merindukan kau yang dulu , kau yang saat itu belum lupa ingatan ....

Tentang Jantung Hatiku

Selain pada-Nya, Hanya padamu kukabarkan, bagaimana keadaan jantung hatiku Bahwa ia telah berlubang menganga.... Sekarang tidak hanya pada satu kutub, tapi dua Hanya padamu dapat kuungkapkan rasa kehilangan yang menderas dari kedua bilik Jantung hatiku yang terkoyak Tentang langitku yang telah dicuri... Apa yang lebih perih? Tak ada, saat Langitmu dicuri semua gelap... Kehidupan akan berakhir... Langit pertamaku, dia telah menjelma badai, petir dan guntur bersahut-sahutan. Membuatku hangus. Aku jengah, terkadang ingin berlari lalu berharap hilang, Tapi ingatan tentang bumi yang membutuhkanku menjadi semangat hidupku... Dan maaf dan harapan masih terus ada... Toh aku masih ada langit yang lain, yang selalu ada, menemaniku Tapi kemarin, kudengar kabar badai telah datang lagi... Hendak merebut langitku yang kedua. Hatiku telah dihinggapi lubang menganga... Tidak, aku belum kehilangan langitku yang kedua, aku akan mempertahankannya... Tapi sungguh Jantung hatiku, telah meng...

Etalase Rindu II

Lagi Risau mengepung Bingung membadai Bagaimana aku titipkan rindu padamu Bukan karena kita masih terpisah oleh waktu dan jarak Ketika bulan purnama mengantar kepergianmu Namun, bukankah kita telah bersua dalam dalam dongeng yang menjadi nyata di hati lalu kita telah berjumpa pada judul-judul buku mengikat simpul tak terputus dimemori? Mengantar desiran dan getar-getar lembut di relung jiwa Karena janji yang sebentar lagi akan tertunai atas izin-Nya Kita, memang terpaut pada hubungan yang rekah, Tapi sesungguhnya, belum sepantasnya rindu menguap menjumpaimu Lalu, tahukah kau di mana rindu yang kutitip padamu? Aku, memilih menahannya, di etalase-etalase rindu Pada sujud-sujud panjang Pada doa-doa yang dibawa malaikat sampai pada-Nya Juga pada gerimis yang jatuh Pada ayat-ayat yang dilantunkan disepertiga malam   Pun pada puisi-puisi yang mungkin tak terbaca Aku masih menunggu, Hingga kau memilih pada sebuah etalase rindu menuju titian...

Perisai Cahaya

Maaf, karena aku tak dapat merangkai kata yang berlebih atas puisi-puisi yang tertuju bagai peluru dengan kecepatan cahaya ia dapat menembus bilik-bilik hati namun, masih ada perisai yang terbuat dari doa-doa dalam sujud tapi, aku bukan malaikat tetap saja ada bait-bait yang lolos menggetarkan sukma karena aku perempuan, hanya ikrar suci yang dapat mengubah perisai menjadi cahaya menuju hatiku.... Pelangi Kata Karena Puisi tak pernah cukup...

Meretas Beda

Selalu akan ada kesabaran yang bertahta di dadaku setiap kali kau menepiskan separuh isi batok kepalaku ke sudut ruangan tapi taukah kau, ada air mata yang menggenang di sana? Maaf, karena terkadang dadamu tersulut emosi atas fakta-fakta yang kulemparkan juga ketakutan-ketakutan yang membelengguku dan tentang pengertianmu akan kristal-kristal yang telah menghujam di hatiku, terimakasih Bukankah kita sedang belajar, memerangkap ego pada bulir-bulir tasbih... mengeja perbedaan dalam sujud panjang Karena aku bukan hanya aku dan kau bukan hanya kau ada kau, aku, kita dan mereka Yah, karena dalam perdebatan tersimpan kekaguman dalam keangkuhan tertambat kerinduan juga dalam kemarahan terpendam cinta Dan kita telah memutuskan akan berjalan bersama pada titian jembatan di sisi berbeda berpegangan tangan, saling menyeimbangkan takut salah satu di antara kita jatuh... Kita, meretas beda, menuju jalan yang satu pada-Nya