RSS

Merayakan Aksara dalam Dekapan Keindahan Banggai




Luwuk, saya telah lama mendengar nama kota ini, adalah ibukota kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Beberapa sanak saudara saya, merantau dan akhirnya menetap di sana, pun mertua saya pernah menetap beberapa tahun di salah satu kacamatan di Banggai. Setiap mereka pulang ke kampung halaman, oleh-oleh berupa ikan asin dan cumi kering menjadi makanan yang selalu kami tunggu, hal tersebut membuktikan bahwa potensi kekayaan bahari Banggai begitu melimpah. Hal ini tak mengherankan karena sebagaian besar wilayahnya merupakan lautan yaitu sekitar 20.309,68 km2 dengan garis pantai sepanjang 613,25 km2, tentu saja menyimpan kekayaan bahari yang berlimpah.  Tidak hanya itu wilayah daratanya dengan luas 9.672,70 km2, dengan keanekaragaman tipografi berupa pegunungan, perbukitan dan dataran randah. Tanahnya menyimpan kesuburan, berbagai buah-buahan dapat tumbuh subur ranum. Bulan kemarin saya bahkan mendapat kiriman buah naga dan salak yang sangat manis dari saudara di Luwuk

Dari segi aksesibilitas menuju kota Luwuk, dapat ditempuh melalui semua jalur, baik transportasi darat, laut maupun udara. Dari ibu kota provinsi Palu, kota Luwuk dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 610 km dengan bus, ataupun kendaraan carteran. Bagi yang ingin perjalanan singkat dapat memilih trasportasi udara dari bandara Syukuran Aminuddin Amir, kita dapat memilih salah satu dari empat perusahaan penerbangan yaitu Garuda, Sriwijaya Air, Wings Air dan Express Air yang melayani rute-rute penerbangan regular setiap hari menuju Luwuk dari Palu, Makassar dan Menado. Dan bagi yan inugin mengakses dari jalur laut, bisa naik kapal laut tujuan Makassar-Luwuk atau Bitung-Luwuk.

Jika anda mencari tempat dengan paket wisata yang lengkap, maka Luwuk-lah tempatnya sebuah surga tersembunyi di Sulawesi. Mulai dari air terjun, padang savana luas nan hijau, bukit untuk melihat keindahan Luwuk dari ketinggian, serta pesisir pantai  yang indah. Saya akan mencoba mengeksplore satu-persatu. 

Yah, salah satu keistimeaan kota Luwuk adalah akses menuju tempat wisatanya yang mudah dijangkau. Ada sekitar belasan tempat wisata alam yang beragam, mulai dari pantai yang indah, air terjun eksotik, padang savana yang luas, hingga aliran sungai dan air terjun yang bening dan segar. Bahkan kita hanya perlu menempuh 5-15 menit untuk untuk mencapai tempat wisata selanjutnya.

Mengagumi Pesona unik di Air Terjun Soladik

Ada banyak pilihan wisata air terjun, beberapa di antaranya adalah, Air Terjun Tontoan, Air terjun Batu Tikar, Air Terjun PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro). Bagi pencinta traveling Air Terjun Batu Tikar wajib anda kunjungi karena medannya cukup menantang dan hanya bisa dicapai dengan haiking sekitar 1 km, Karena rutenya tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Selain itu, salah satu tempat wisata favorit masyarakat Luwuk adalah Air Terjun Soladik yang terletak di Desa Soladik yang bentuknya unik, bertinkat-tingkat dari suatu undakan ke undakan lain. 

Konon airnya yang berwarna kebiruan dan juga hijau tosca ini merupakan pertemuan sumber air dari dua gunung yang menyatu dalam air terjun bertingkat. Tak terbayangkan nikmatnya bermain dan mendengarkan gemercik air dengan  nuansa alam berupa hutan hujan tropis lebat nan asri, semua penat akan lebur tergantikan dengan kesan sejuk dan segar yang menjalar ke seluruh tubuh kita.



Menikmati Keindahan Padang Rumput Savana
Saat bayang-bayang keindahan Air Terjun Soladik terbayang dengan jelas, bergeser sedikit sekitar 10 menit perjalanan, kita akan tiba di Desa Lenyek dan akan kembali terpukau dengan keindahan padang rumput savana yang terhampar bagai karpet raksasa alami yang lapang dan luas, dengan latar perbukitan. Jika ingin mendapatkan kesan tak terlupakan, datanglah pada pagi hari, kilauan mentari pagi keemasan dari ufuk timur menyembul dari balik perbukitan berpadu dengan padang rumput luas, serta ditemani sapi-sapi yang merumput dengan tenang. Jadi tak perlu jauh-jauh ke New Zeland atau Amerika untuk menikmati pemandangan hijaunya padang rumput, silahkan berkunjung ke salah satu padang rumput terbaik di Indonesia,Desa Lenyek, Kecamatan Soladik, Luwuk, Banggai.


Romantisme Malam di Bukit Keles
Menjelajahi Luwuk rasanya tidak mengenal batas waktu, tidak hanya siang, pada malam harinya berkunjunglah ke Bukit Keles atau biasa juga disebut bukit kasih sayang. Dari atas  bukit kita akan tersihir oleh pemandangan seluruh kota Luwuk yang dikelilingi laut dan diapit perbukitan menjadi gemerlap bintang-bintang yang berkelap kelip layaknya malam di Kota Hongkong. Di bukit inilah setiap malamnya muda mudi ramai berkumpul menikmati gemerlap yang berasal dari lampu-lampu kota dan pelabukan ferry yang romantis sambil menikmati kudapan khas Luwuk, ada saraba, pisang kobe dan lopis.




Eksotisme Matahari Terbit dan Tenggelam di Pantai Kilo Lima
Bagi pecinta wisata bahari, tepat di jalur Trans Sulawesi kita akan menjumpai pesona Pantai Kilo Lima, yang nama uniknya ini berasal dari jaraknya yang hanya terletak 5 km dari di pinggiran kota sehingga sangat mudah dicapai dari arah mana saja. Keindahan panorama lepas pantainya sangat luar biasa ditambah dengan pemandangan bawah laut dengan keanekaragamannya membuat lokasi wisata ini menjadi pilihan utama para wisatawan. Hamparan pasir yang putih yang lembut, air laut yang jernih, serta kejaran ombak yang menghempas pantai akan membuat pengunjung menjadi betah berlama-lama di pantai ini. Pada pagi hari saat langit sedang cerah bersahabat, pemandangan cahaya keemasan matahari terbit berpadu dangan putihnya pantai serta jernihnya air laut membuat keindahan pantai ini begitu eksotik. 


Merasakan Surga Bawah Laut di Tinapalu
Pulau Tinalapu, sebuah pulau kecil yang hanya membutuhkan waktu 1 menit untuk mengelilinginya. Yah pulaunya memang kecil kira-kira hanya setengah lapangan bola, namun keindahan alam bawah laut yang tersembunyi di pulau kecil ini sungguh luar biasa. Pasir yang amat halus akan membuat kaki anda nyaman untuk berjalan kesana kemari. Jika telah menceburkan diri di laut kita akan disambut oleh ikan tropis dengan berbagai warna dan corak, juga hutan coral yan sehat dan subur.  Spot taman bawah laut di pulau ini pun termasuk dangkal dengan kedalaman yang berfariasi, bahkan ada yang hanya semata kaki. Jadi tunggu apa lagi, cukup menempuh 2 jam perjalanan dari Luwuk ke Pagimana dengan menyewa Boat yang memakan waktu 30-45 menit, maka anda akan menemukan sebuah surga bawah laut.



Begitulah, Sulawesi Tengah, kabupaten Banggai sebuah kabupaten yang menawarkan berjuta pesona yang tidak ada habisnya. Beberapa tempat di atas hanya beberapa wisata unggulan di Luwuk namum masih banyak lagi tempat wisata yang belum diulas. Daya tarik sebuah kota, tidak hanya dilhat dari sekedar keindahannya saja, namun sejarah, keramahan masyarakat serta semua potensi yang terjalin akan menghadirkan daya magis tersendiri. Baru-baru ini kita mendengar Sulawesi Tengah sukses menggelar Sail Tomini, yang sukses diadakan dan telah menarik ribuan wisatawan untuk datang. 

Saat ini, Banggai sedang berbenah, mencoba menghidupkan sebuah sejarah literasi, membentuk sebuah ikon baru menjadikan Luwuk kota aksara melalui sebuah festival sastra yang rasanya mendengarnya saja telah membawa semangat kebahagiaan dan debar-debar yang berdesir di hati. Apalagi membayangkan tempatnya yang begitu istimewa dan penuh pesona.

 Ini adalah kali pertama, kegiatan literasi akbar diadakan di Sulawesi Tengah, di Indonsia timur selama ini kegiatan literasi hanya terdengar di Sulawesi Selatan. Memang sudah saatnya semangat literasi tumbuh di semua tempat. Dengan adanya Festival Sastra Banggai (FBS) ini yang mengangkat tema Rayakan Kata, Bumikan Ilmu ini diharapkan semua potensi khususnya potensi literasi masyarakat Banggai akan dapat digali dan menjadi semangat untuk terus disebarkan ke seluruh penjuru Indonesia.

Saya sudah tidak sabar membayangkan bersua dengan penulis-penulis dan tokoh-tokoh sastra Indonesia di sebuah tempat yang begitu istimewa. Di sebuah kota yang dikelilingi oleh pantai dan laut biru serta diapit oleh bukit-bukit yang menghamparkan padang savana dan air terjun eksotik. Saya yakin, keindahan Luwuk akan segera terekam dalam aksara dan mengabadi.


Saya berharap dapat berpartisipasi dalam festival sastra kali ini. Tidak dapat disangkal bahwa jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia kegiatan literasi di Sulawesi Tengah, masih jauh tertinggal. Penulis merasakan sendiri betapa gersangnya geliat literasi di salah satu kebupaten di Sulawesi Tengah, khususnya kabupaten Buol, hampir sudah satu tahun saya menetap di kota ini, sungguh sangat memprihatinkan, saya tak menemukan sebuah toko bukupun, perpustakaan kota yang sangat kondisinya tidak layak, belum terbentuk satupun komunitas yang berbau literasi, bahkan nol kegiatan seminar untuk menularkan kegaiatan liteasi. 

Dengan adanya FBS dan lomba blok "Bangga di Banggai" saya berharap partisipasi ini sebagai langkah membangun titik tolak kebangkitan literasi agar bisa ditularkan ke segala penjuru Sulawesi Tengah, bahkan seluruh Indonesia.

Oleh
Andi Asrawaty
Seorang ibu rumah tangga, pecinta sastra dan sekarang aktif mengajar di STIE Mujahidin Toli-Toli Cab. Buol

Bahan Bacaan:
1.  www.banggaikab.go.id/home/letak-geografis/ diakses 30 Maret 2017
2. http://lodos84.blogspot.co.id/2016/12/pesona-luwuk-banggai-luwuk-adalah-salah.html diakses 30 Maret 2017
3. https://supertama.com/2015/09/24/holy-day-holiday-in-luwuk/ diakses 30 Maret 2017


#Banggai
#FBS2017
#BanggaDiBanggai  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Murka Cinta

Perihal marah yang selalu ribut dihatiku
Hanya kamu yang mampu membuatnya diam
Juga tentang kesal yang berteriak tanpa ampun
Akhirnya kamu jua yang bisa membuatnya tenang
Dan sesak yang menerjang ke segala arah
Hanya kamu yang mampu meredakannya
Lalu sedih yang menjadi badai berputar ke segala penjuru
Kamulah yang berhasil menungganginya, lalu mengiring menjadi pelangi
Marah, kesal, sesak juga sedihku
Selalu berhasil kau ubah menjadi cinta yang semakin bertumbuh sayangku...

Buol, 20 Maret 2017

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lelaki Biasa

Dia lelaki biasa
Yang kini menjadi laki-laki yang sangat Istimewa
Karena telah sanggup menerimaku sebagai amanahnya, 
Dengan cinta yang sempurna

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Man

He can't give me surprise by planned
He cannot even choose secret gift for surprise me
But it still any surprises in every sincere relationship
Sometimes, his words are the surprise itself cause its totally unplanned,
He said from the bottom of his heart
Not in romantic way, but its showed on his truth
Yes, he's not romantic et all
Someday, we planed about our first wedding anniversary, he ask me the gift I want
I don't wanna say, and asked to search himself what I want, may by asking somebody,
but he ignored
He said, I don't want to give my wife the gift based on someone choice, because it hers not your,
I wanna give you something you want not another woman want,
he said by hug me tighten and kiss my head softly and I feel my heart become a beautiful garden with full of flower and butterfly fly around
Finally, I said what I want, and accept he can not to be romantic and I receive all his honest reason and the way he expressed it is the most romantic and surprise moment.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dua Perempuan Hebat



Malam ini aku kembali membuka laptop kesayanganku, laptop yang memberi sejarah tersendiri. Laptop yang telah menemani perjalanan studiku. Yang paling aku ingat, laptop ini adalah pembelian Etta, yang kuterima dengan hati yang mengembang bahagia. Bersamanya telah kutuliskan banyak kenangan, kegembiraan, kesedihan, keresahan, juga kerinduan, tentang segala hal. Dari laptop sederhana ini aku telah menyelesaikan tugas akhirku dengan keringat dan air mata, juga banyak pengorbanan. Malam ini kutuliskan potongan-potongan kata, menghangatkan tuts-tuts keyboard laptopku yang telah lama kudiamkan. Dan aku larut dengan kegembiraan dan kesedihan yang lain, lalu melupakannya. Kini aku kembali, menemaninya, mungkin sebagai rasa terima kasih, juga ungkapan rindu. Telah lama juga, aku tidak menjalin kata bersamanya. Aku akan memulainya dengan menceritakan dua perempuan hebat dalam hidupku.
Akan kuawali kisahnya dengan berbagi kisah tentang kehidupanku yang baru setelah menikah, di sebuah kota asing, bahkan namanya tak pernah kudengar sekalipu, kota Buol, dengan orang-orang baru, logat yang berbeda, makanan yang berbeda, hah semuanya berbeda. Namun, ada yang tidak berbeda, harapan dan keyakinan yang sama membawaku ke sini, bersama doa orang-orang yang kucintai di seberang langit Selatan, kota bernama Bone, tempat kelahiranku bersama wajah-wajah yang begitu aku cintai, juga Makassar, kota di mana aku mengenyam pendidikan, merasakan manisnya madu pendidikan. 

Saat ini, aku merasakan aroma baru setiap bangun pagi. Bahkan saat hujan tiba, entah merasa aku merasa selalu ada yang aneh, mungkin khawatir atau gelisah. Tak bisa kusebutkan perasaan itu. Jelasnya, saat minggu-minggu pertama aku merasakan, setiap hujan tiba ada perasaan takut, ada perasaan yang muncul, seperti aku melupakan sesuatu di bawah hujan, entah apa dan aku takut sesuatu itu kehujanan. Perasaan yang aneh, namun sejalan waktu, walaupun aku masih dapat merasakan perasaan itu, namun dia telah menghilang, sedikit demi sedikit. Hujan tetap sama, aku akan kembali menyukainya walau ia membawa hawa dingin yang kadang-kadang membuat nafasku sesak. Yah, lambat laun mungkin itu adalah perasaan yang muncul jika kita berada di tempat yang berbeda, suasana yang lain, semacam perasaan untuk beradaptasi mungkin. Kini, perasaan itu hampir pudar karena kehangatan rumah ini, ada mama yang begitu sabar mengajariku segala hal. Di sini aku tinggal bersama mama, etta, dan suamiku. Suamiku anak bungsu, hanya dua bersaudara kakaknya perempuan yang telah berkeluarga dan memiliki rumah sendiri, yah jadilah jika Etta dan Suamiku pergi bekerja aku serasa menjadi anak tunggal. Hanya aku dan Mama. Itupun Mama dan Etta tidak selalu di rumah ini, Etta memiliki tempat tinggal di desa lain CCM, begitu aku dengar sebuah perusahaan kelapa sawit, Etta dan Mama mendirikan koprasi di sana, makanya mereka lebih sering di sana, namun jika hari libur dan telah terima gaji dan saat-saat tertentu mama dan Etta pulang ke rumah ini.  

Yah, Mama, perempuan yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan suamiku. Perempuan keren, mama mertua gaul dan baik hati. Mama dengan senang hati mengajariku memasak, juga segala hal hingga remeh temeh. Mama sabar, juga memberitahuku dengan halus juga jenaka tentang hal-hal salah yang kulakukan, yah mama orangnya sangat humoris, berbeda dengan ummi yang kata-katanya dipenuhi kata-kata mutiara. Oh yah aku tidak bisa membandingkan antara mama dan Ummi, mereka memiliki kekerenannya masing-masing. Yah, aku memang belum memiliki kemampuan masak yang mumpuni. Anggap saja ada beberapa alasan pembelaan sehingga aku tidak begitu lincah di dapur. Sejak kecil aku menderita asma, Ummi juga begitu sayang padaku, sehingga aku tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat, di rumahku juga selalu ada keluarga perempuan yang tinggal untuk bersekolah, sehingga aku tinggal tahu semuanya beres. Ummi hanya mengajariku keterampilan dasar, mencuci baju, cuci piring, menyapu, masak nasi, masak ikan, dan sayur. Hanya itu, beranjak sekolah ke Makassar, walaupun menunpang di rumah Om, aku pun tak pernah memasak selain membantu memotong-motong sayuran di dapur, karena Om memiliki warung makan, jadi makanan telah tersedia. Dan sampai aku menikah, aku hanya ingat, hanya bisa memasak sayur bening, dan capcai. Memasak ikan masak dan menggoreng ikan, itupun aku sangat takut menggoreng ikan, di tambah lagi, semuanya aku lakukan dengan slow motion kata mertuaku, hehe.

Namun, sungguh Allah menyayangiku, aku mendapatkan mertua yang baik, yang sangat sabar mengajariku memasak. Sungguh, budaya masak yang sangat berbeda. Mulai dari pemilihan ikan saat berbelanja ke pasar, tempat membeli sayur serta rempat yang murah, cara menjaga kebersihan rumah, sampai cara mengulek. Tapi sungguh ajaran Ummi yang begitu berharga adalah dasar keimanan yang kuat, tatakrama dan sopan santun, juga cara membawa diri terhadap suami, mertua bahkan lingkungan. Yah, mungkin Ummi tidak terlalu banyak mengajariku masak dan lain-lain karena keterampilan itu dapat dipelajari, namun keterampilan hidup yang telah Ummi ajarkan dengan sabar dan ikhlas adalah bekal yang sangat langka, yang tidak bisa dipelajari dengan instan yang telah ummi tanamkan bahkan sejak aku masih dalam rahimnya. I love you Ummi, I love you Mama, semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan serta kebahagiaan kepada kalian, agar kami anak-anakmu terus saling melengkapi dalam menjalani rumah tangga dengan restu kalian, dan membawa kebahagian untuk kalian.   

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pertengkaran Kita

Pertengkaran adalah cara membuat kita untuk menjadi dewasa.
Sebenarnya bukan pertengkaran, itu adalah proses untuk saling mengenal, bertukar pikiran dan mengungkapkan emosi jiwa.

Setelah bertengkar kita akan tahu pikiran masing-masing karena tak selamanya kita mampu membaca hati yang dalamnya melebihi lautan, juga menerka pikiran yang tingginya bahkan melewati langit.

Mungkin solusi yang akhirnya hadir dan jawaban yang terungkap tak selalu sesuai dengan keinginan. Namun, di sana akan ada kelegaan yang membawa cahaya yang menuntun menuju langkah selanjutnya.

Karena pertengkaran adalah salah satu bahasa cinta jika kita dapat memegang kendali, tidak melampiaskan emosi yang berlebih. Juga mengalah saat salah satu telah menggenggam bara. Jangan sesekali membiarkan pertengkaran usai tanpa perdamaian juga cinta yang semakin merekah.

Yah, setelahnya aku paham begitu banyak pengorbanan yang telah kau lakukan untuku dan perempuan selalu memiliki tuntutan yang lebih. Dan pertengkaran membuat cinta kita semakin gurih.

Mungkin akan ada seribu pertengkaran lagi, karena berjuta perbedaan di antara kita, namun bukankah ada milyaran cinta yang mampu melerainya. 😂

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untukmu

Akhirnya kisah Cinta dan Rangga sampai pada malam ini saja, yah akhirnya kisahnya terakhir bahagia. Kisahnya sangat biasa menurutku, sangat klise, peremuan tiba-tiba yang tidak tepat namun belum terlambat, dan akhirnya bersama. Tidak ada lagi yang tertinggal dari film AADC selain penggambaran tempat dan budaya jogya yang romantis, puisi Kak Aan yang kedengaran sangat puitis karena dibacakan oleh suara Rangga, dan juga ingatan tentang dirimu, Sayangku yang membuatku menjadi baper, dan tiba-tiba ingin menulis.

***

Seperti langit yang tak bisa menjadi laut,
Aku tak perlu menyamakanmu dengan Rangga yang puitis
Apalagi membandingkanmu dengan Kapten Shi-jin yang romantis dan sedang digilai para fans garis keras pecinta drakor

Seperti langit dibutuhkan oleh bumi
Juga gerimis yang dirindukan pelangi yang menjadikannya ada

Kau adalah dirimu sendiri
Yang tak perlu kudeskripsikan
Kau adalah dirimu yang berbeda dengan siapapun
Cukup kau menjadi dirimu sendiri
Karena aku tak butuh banyak alasan untuk mencintaimu
Kau dengan dirimu adalah nyawa yang dititipkan oleh-Nya menjadi milikku

Kita pernah terpisahkan seumur bilangan angka kelahiran kita
Terpisah jarak, waktu, tempat
Lalu pada akhirnya ada penghubung yang mengisap kita di sebuah lorong waktu, dan Kau dengan teguh mengucap ikrar yang mempersatukan kita dengan nama-Nya
Karena itu, semoga tak ada lagi perpisahan

Jarak yang memisahlan darat dengan lautan
Semoga tidak akan pernah cukup mencipta jarak antara hati kita
Kita akan bersama merajut cinta hingga ke Syurga-Nya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My First Love

Ada perasaan-perasaan yang harus di undang
Karena dia seharusnya keluar
Sebelum terlambat
Aku tak ingin menyesal
I will make a date with you Papa
Seorang ayah selalu memiliki perasaan istimewa terhadap anak perempuannya
Dan malam ini aku ingin Etta baik2 saja.
Besok aku akan menelpon Etta
I miss you
Sehat-sehatki selalu
Ettaku, kusayangki....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Unhas, PTN-BH, MEA dan Karakter Bangsa


 c4beb0bb-d266-4784-9b54-b61b0f70bc0d

 Oleh A. Asrawaty

Unhas, Universitas Hasanuddin sebuah nama yang menyisakan banyak kenangan di memoriku, sebuah tempat di mana aku akhirnya menemukan jati diriku, memahami hakekat kehidupan, menyelami kedalaman ilmu dan bertemu dengan orang-orang hebat yang mengajarkan banyak hal yang tidak akan saya dapati di tempat lain. 

Kini unhas sedikit banyak telah mengalami perubahan bermetamorfosis dari startus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (disingkat PTNBH) terhitung sejak tanggal 22 Juli 2015, Universitas Hasanuddin telah ditetapkan oleh Presiden RI melalui Peraturan Pemerintah  RI No. 53 Tahun 2015 tentang  Statuta Universitas Hasanuddin. PP 53 tersebut mengacu pada ketentuan Pasal 66 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Terlepas dari pro dan kontra yang ada, status ini merupakan sebuah tantangan yang dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan emas namun dapat pula menjadi bomerang sekaligus jika arah perubahannya tidak sesuai dengan fungsi sejatinya sebuah tempat menuntut ilmu[1].

Sebelum membahas lebih jauh tentang status baru Unhas sebagai PTNBH, ada baiknya jika kita kembali menelisik bagaimana sejatinya hakikat standar kualitas sebuah perguruan tinggi. Dalam menghadari persaingan di dunia pendidikan sebagai Word Class University. Sejatinya perguruan tinggi di Indonesia haruslah memiliki ciri khas yang sesuai dengan nilai historis dan budaya negeri ini, tidak begitu saja tergiur dengan istilah word class university dengan mengikuti semua langkah tanpa menelaah apakah tujuan tersebut sejalan dengan identitas historis, budaya dan agama bangsa kita. 

Saat ini indikaor sebagai perguruan tinggi kelas dunia adalah rasio kapasitas perminat baik lokal maupun manca negara, jumlah paper internasional yang dihasilkan, dan penyerapan dan persepsi di dunia kerja dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan seperti jumlah dan kualitas dosen, perpustakaan, laboratorium serta sarana informasi dan akses internet. Sekilas, semua indikator tersebut menunjukkan keberhasilan sebuah perguruan tinggi ditentukan oleh kuantitas namun minim kualitas. Sejatinya, sebuah perguruan tinggi negeri tidak hanya berfungsi sebagai menara gading namun aplikasinya harus terasa di masyarakat. 

Oleh karena itu kualitas lulusan dan ilmu dari perguruan tinggi haruslah memiliki indikator yang berdaya guna terhadap masyarakat. Seorang ilmuan tidak hanya dituntut ilmunya, namun juga kekuatan karakter dan moral, semakin tinggi pendidikannya maka semakin tinggi pula intergritasnya terhadap keluarga, lingkungan, agama dan masyarakatnya. Indobesia dengan budaya timurnya yang begitu kental dengan pengaruh Islam harusnya dapat mengambil nilai-nilai yang sesuai dengan identitasnya dengan tidak hanya mementingkan kualitas keilmuan namun juga kapasitas keimanan, dengan begitu perguruan tinggi tidak hanya menjadi sebuah menara gading namun betul-betul menjadi mercusuar peradaban. 

Di samping itu bentuk dan rona pendidikan tinggi di era perdagangan bebas semakin perlu kita pahami bersama karena negara-negara akan diarahkan untuk menandatangani General Agreement on Trade in Services (GATS) yang mengatur liberalisasi perdagangan 12 sektor jasa, antara lain layanan kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa akuntansi, pendidikan tinggi dan pendidikan selama hayat, serta jasa-jasa lainnya. Dengan kata lain pendidikan dikategorikan salah satu industri sektor tersier, karena kegiatan pokoknya adalah mentransformasi orang yang tidak berpengatahuan dan orang yang tidak punya ketrampilan menjadi orang  berpengatahuan dan berketrampilan [2].
 
Berbicara tentang perdagangan bebas, maka salah satu prinsipnya adalah komodifikasi, yaitu proses perdagangan yang berorientasi pada profit oriented, yang sangat tergantung pada kekuatan pasar. Payung kesepakatan GATS/WTO yang sudah diratifikasi tahun 1995 di Marakesh, telah membuat pendidikan menjadi suatu komoditas, sehingga dunia pendidikan tinggi di Indonesia tengah berada dalam arus pusaran kuat komodifikasi yang sekadar melayani pasar (baca: dunia usaha) [3]. Hal inilah yang menjadi kehkawatiran ketika pendidikan dijadikan sebagai komuditas perdagangan karena tentu saja hanya sebagian golongan saja yang nantinya dapat mengakses pendidikan yang lebih menakutkan adalah ketika pendidikan akhirnya terbuka untuk penanaman modal asing dan pemodal asing bisa saja ‘menjual’ ideologi, pandangan hidup (worldview), dan nilai-nilai (values) yang dianutnya, serta memasarkan standar moralnya melalui pengajaran. Hal ini dapat mengaburkan identitas yang hal utama dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan dampaknya akan merusak  karakter dan nilai-nilai yang selama ini dianut bangsa ini. 

Namun kemudian, kita tidak dapat memungkiri bahwa kita telah menjadi bagian dari masyarakat dunia yang mau tidak mau harus ikut terlibat langsung dalam sistem pendidikan dunia saat ini. Oleh karena itu pentingnya kembali menyadari arah dan tujuan pendidikan yang sesuai dengan karakter, identitas dan nilai-nilai luhur bangsa ini, agar tidak tergerus dan dapat bersaing di kancah internasional. 

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi saat ini adalah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di mana. Perguruan tinggi harus mampu mencetak lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja yang tidak lagi berhadapan dengan lulusan dalam negeri namun juga persaingan dengan pasar kerja ASEAN. Hal ini tentu saja merupakan sebuah tantang yang sangat besar bagi setiap perguruan tinggi. Oleh karenanya peningkatan kualitas perguruan tunggi yang ditentukan oleh faktor sumber daya manusia (SDM), infrastruktur serta sistem pendidikan yang harus ditunjang dengan sistem tata kelola perguruan tinggi. Hal inilah mungkin yang menjadi dasar sehingga unhas berbenah menjadi PTN-BH.

Dikutip dari situs alumniunhas.com hakikat PTN-BH adalah pemberian otonomi yang lebih luas kepada universitas. Otonomi terdiri atas otonomi akademik dan non akademik. Dengan otonomi di bidang akademik tersebut Unhas memiliki kewenangan mengubah kurikulum, membuka dan menutup program studi. Hal ini memungkinkan Unhas untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.  Selanjutnya dibidang non akademik, Unhas dapat melalukan tatakelola sendiri baik manajemen, dan mengelola aset-aset yang dimilikinya dan membangun kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga-lembaga lainnya [1].

Sekali lagi, terlepas dari pro dan kontra terhadap PTNBH, pada akhirnya kita tidak bisa menafikan bahwa mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan pendidikan termasuk adanya otonomi tersebut. Penilis  yakin Unhas sebagai perguruan tinggi  yang memiliki visi sesuai dengan karakter dan nilai-nilai bangsa sebagai pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis Benua Maritim Indonesia (BMI). Serta misi Unhas untuk : [a] menyediakan lingkungan belajar  yang berkualitas untuk mengembangkan kapasitas pembelajar yang adaptif-kreatif; [b] melestarikan, mengembangkan, menemukan, dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya; [c] menerapkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis dan untuk kemaslahatan Benua Maritim Indonesia [1]. Dengan visi misi tersebut semoga kedepanya Unhas memiliki karakter pendidikan yang mampu bersaing di kancah internasional.

Dari hati, penulis sebagai alumni Unhas, dengan adanya kapasitas otonomi ini termasuk dalam hal akademik semoga para petinggi kampus dan penentu kebijakan betul-betul kembali pada nilai-nilai karakter ke-Unhasan bukan berdasarkan pada profit semata, tidak menutup atau membuka program studi hanya mengikuti permintaan pasar, namun melihat benar-benar terhadap tujuan dan peran program studi. Kedepannya, semoga dengan otonomi non akademik, hasil dari tata kelola menajemen hingga aset pendidikan diperutukkan untuk sebenar-benarnya pelaksanaan pendidikan dengan menekan biaya pendidikan dan meningkatkan jumlah penerima beasiswa, sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat menjangkau dan menyelami ilmu pendidikan di Unhas. Penulis yakin jika Unhas benar-benar dapat mempertahankan identitas ke-Unhasan maka lulusan unhas akan mengalami peningkatan secara kualitas dan kuantitas untuk menghadapi MEA, tentu saja dengan kerja sama semua pihak terutama para civitas akademika unhas. Semoga. Selamat ulang tahun- Ke 60 Unhasku.


Penulis adalah alumni S1 unhas 2012, Mahasiswa Pasca Sarjana Unhas

[1]. http://alumniunhas.com/lomba-blog-60thnunhas-2016-berhadiah-total-rp-15-juta/
[2]. Sofyan Effendi, Menghadapi Liberalisasi Perguruan Tinggi, Harian Seputar Indonesia, 12-13 Maret 2007
[3] Edy Suandi Hamid, Komodifikasi Pendidikan, Republika, 22 Agustus, 2007

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Obvious Prose

Aku tahu sayang,
Di hari jadimu ini kau tidak menginginkan kado apapun dariku
Pun puisi romantis,
Selain cinta, kesetiaan, pengertian dan doa yang tulus

Maka aku tak menuliskan Kata romantis,
Hanya sebuah cerminan hati,

Terima kasih sayang, karena telah menjadi suami yang hebat.
Terima kasih karena sudah berusaha bekerja keras untuk masa depan kita.
Terima kasih untuk pengertian dan cinta yang terkadang malah kusalah pahami
Terima kasih karena selalu setia mendengar keluhanku bahkan ketika lelah menyerangmu
Terima kasih karena nasehatmu yang meneduhkan, bahkan ketika kantuk telah menyergapmu
Semoga Allah selalu menjaga hatimu, dan membuat waktu mengkristalkan segalanya.

Bukan lagi prosa romantis
Tapi aku juga akan menjadi istri berusaha mematuhimu, mengerti dirimu sayang. Menjadi Istri solehah yang akan mendampingimu, hingga kau menjadi Imam yang akan mengantarkan keluarga kita sehidup, sesurga (minjam istilah Fahd Pahdepie)

Aamiin.

Makassar, 07/04/2016
Hari ini hari jadimu dan aku tidak di sana, tapi hatiku selalu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS