RSS

Menemukan Kembali Ritme Hidup



Tak peduli berapa kalipun kita merasa hilang, yang terpenting adalah, lagi kita menemukan jalan untuk kembali melanjutkan langkah. Menemukan kembali ritme hidup. Seperti yang kurasakan satu tahun belakangan ini, tentang tulisanku yang begitu jarang kau jumpai selain beberapa puisi yang tercipta karena memang aku tak pernah bisa berhenti menulis. Merenungi setiap hal terjadi, sebuah ritme baru mengisi relung hidupku, sebuah peran bernama istri, sebuah babak baru yang bernama pernikahan yang sungguh begitu berbeda, juga dipenuhi kejutan demi kejutan yang indah dan harus dimaknai dengan kebahagiaan, yang setiap pahit dan manisnya, adalah rasa baru yang penuh dengan penalaman baru dan pelajaran berharga.
  
Jodoh, kisah hidup dan percintaan yang sesungguhnya selalu jauh melebihi segala hal yang pernah kita baca dalam novel. Perjodohanku dengan kekasihku mengantarkanku pada kehidupan yang benar-benar baru, setelah menyelesaikan s2, saya akhirnya memenuhi kewajiban untuk membersamai sang kekasih di sebuah kota yang tidak pernah terbanyangkan sebelumnya, bahkan namanya tak pernah aku dengar sebelumnya Buol, Sulawesi Tengah, meninggalkan semua hal di tempat kelahiran, di kampung halaman, meninggalkan rumah, teman-teman, orang-orang terkasih, sanak saudara, orang tua, akh, sesak rasanya dada ini. Namun, kewajiban jauh lebih penting ketimbang perasaan-perasaan, selalu ada konsekuensi dari setiap peran baru yang telah kau dapatkan. 

Jodoh,oh jodoh, sungguh tak tertebak, dan di sinilah aku sekarang melanjutkan kembali mimpi-mimpi yang tertunda karena mengalami shock culture, yah berada di kota baru nan asing, walaupun belum berpindah pulau, masih di Sulawesi namun semua begitu berbeda, di tambah minim pengalaman tinggal di kampung orang jadilah aku merasa sendiri dan terasing di kota ini. Memang, selama tujuh tahun, saya melanjutkan sekolah di Makassar, namun Makassar adalah kota kedua, masih di Sulawesi Selatan, banyak sanak saudara, bahasa lokal yang saya mengerti, dan kampus yang mempertemukan saya dengan begitu banyak orang-orang keren dan memberikan begitu banyak kesempatan untuk berprestasi tentu saja menjadikan Makassar adalah kota yang sulit untuk ditinggalkan.

Di sini, di kota Buol, saya hanya punya satu sepupu yang juga tidak bisa selalu menemani saya karena, dia juga sudah berkeluarga dan juga bekerja di salah satu kantor pemerintah. Di tambah dengan bahasa yang tidak saya mengerti sedikitpun, membuat saya merasa hilang, tanpa teman, tanpa komunitas, tanpa aktivitas dakwah, tanpa tau di mana saya harus pergi, pun saya tidak mungkin bepergian sendiri jika suami sedang pergi kerja. Maka, tiga bulan ke dua berada di kota Buol adalah masa-masa paling sulit. Termasuk untuk sang suami yang harus ekstra sabar menghadapi istrinya yang mengalami shock culture, tak jarang dia pulang dan mendapati saya telah berlinang air mata. Jadi bukannya dihibur oleh istri sepulang kerja, dalam keadaan capek dia yang harus menenangkan saya. Terkadang dia juga harus terpaksa pulang tiba-tiba karena saya merasa kesepian. Mertua saya juga hanya beberapa hari di rumah, karena dia memiliki usaha di tempat ayah mertua bekerja, di perusahaan kelapa sawit. Mama hanya pulang saat terima gaji, lalu kembali. Dan tinggallah hanya kami berdua di rumah. Alhamdulillah, ada hp, namun pertemuan di dunia maya dan nyata tetap saja berbeda dan tidak dapat tergantikan.

Alhamdulillah, akhirnya curhat-curhat dan doa-doa yang saya panjatkan ada Allah dengan linangan air mata, terjawab di bulan-bulan berikutnya saya mulai belajar banyak tentang kota ini, tentang orang-orangnya, tentang temat-tempatnya, kuliner, dan segala hal. Waktu akan mengobati segalanya, dan di sinilah saya sekarang melanjutkan mimpi di kota Buol yang indah dengan pantai-pantainya di sepanjang jalan, juga pulau-pulau eksotis yang belum terjamah. Kuliner yang unik nan merakyat dengan rasa yang nikmat, ambal yang biasa saya sebut pizza Buol.  

Enam bulan setelah tinggal di Buol, saya sudah mulai mengajar di salah satu kampus, walaupun hanya dua kali seminggu karena mata kuliah bahasa inggris hanya mata kuliah umum. Setelah hampir satu tahun mengajar akhirnya saya mampu membaca keadaan. Setelah melewati masa-masa sulit, merasa hilang, kini saya menemukan kembali ritme hidup. Kini saya membuka usaha kursus bahasa inggris, mahasiswa saya bimbing untuk menjadi tentor, membuat mereka lebih produktif. Saya juga telah membentuk komunitas untuk mengembangkan hal-hal positif dalam diri anak-anak muda Buol, saya ingin keberadaan saya menjadi bermanfaat. Saya akhirnya menemukan hal-hal baru yang tidak saya dapatkan di Bone dan Makassar yang sudah sangat berkembang.
Di Buol, perkembangan kota ini hanya berpusat pada sektor ekonomi, namun pendidikan sungguh sangat tertinggal dengan selatan, terlebih Buol yang hanya kabupaten, memang sudah ada beberapa kampus, STIE, STISIPOL, dan STIP namun kegiatan kepemudaannya begitu minim, beberapa organisasi seperti HMI memng sudah ada, namun dari yang saya dengar dari mahasiswa, kegiatannya hanya berupa perekrutan, dan setelahnya minim follow up. Kegiatan literasi apa lagi, perpustakaan kota begitu memprihatinkan, merurut petugasnya, ini dikarenakan kator barunya sementara dibangun, sedang toko bukunya hanya terselip dalam usaha percetakan dan fotocopy. 

Maka, inilah saatnya saya menerapkan ilmu yang bertahun-tahun saya geluti, di kehidupan nyata, membangun dan membuka wawasan anak muda dan mahasiswa, membawa memperkenalkan mereka pada dakwah islam juga tentang buku-buku, tentang puisi, yang membuat dunia menjadi begitu berbeda. Alhamdulillah, mengajak Mahasiswa untuk bergabung menjadi jauh lebih mudah ketimbang di Makasar dan di Bone yang mahasiswanya punya puluhan pilihan untuk menghabiskan waktunya di organisasi mana. Juga dalam bidang pendidikan, bisnis kursusan hanya terhitung beberapa jari membuat saya lebih mudah mendapatkan siswa. 

Dan yah, mimpi kembali berlanjut, walaupun awalnya begitu sulit, namun akhinya saya kembali menemukan ritme hidup berkat dukungan suami dan mertua yang menguatkan langkah saya. Juga doa orang tua dan sahabat-sahabat. Selalu ada hikmah di balik semuanya, selalu ada hadiah kejutan bagi orang-orang yang bersabar dan berkorban demi kewajiban utama, yaitu sebagai seorang istri. Karena ridho Allah adalah hal yang paling utama. Semoga Allah menyertai kita diamanapun berada… Semoga kita bisa selalu bermanfaat di setiap tempat yang kita kunjungi. Suatu saat mungkin kita akan kembali bingung, hilang langkah, lagi-dan lagi, namun tak peduli berapa kalipun kita merasa hilang, yang terpenting adalah bangkit kembali, menemukan jalan menuju cahaya.

Buol, di pagi yang cerah 26 Mei 2017

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menunggu dengan Bahagia

Peran yang baru dalam hidup akan selalu membuat doa-doa semakin bertambah, harapan-harapan semakin subur, usaha dan kerja keras akan semakin meningkat, semua berbanding lurus dengan penantian-penantian yang akan semakin menguras waktu, karena sedang menunggu giliran untuk segera terwujud.

Terlebih menjadi seorang istri, sebuah peran yang sungguh luar biasa. Aku kembali tersadar, untuk kesekian kalinya saat meliat wajah pulas suamiku yang jatuh tertidur karena kelelahan. Udara kesyukuran memenuhi rongga dadaku, air mata ketakziman membasahi pipiku, bahwa Allah telah mempertemukanku dengan lelaki yang akan menemaniku menuju Syurga-Nya, pertemuan yang telah tercatat tiga ribu tahun sebelumnya dalam Lauh Madfuz, sebuah kitab yang berisi takdir manusia. 

Yah, menatap wajahnya lekat-lekat, mengecup keningnya perlahan-lahan, lalu mengusap rambutnya dengan lembut sambil membacakan Al-fatihah, doa penyabar, juga harapan-harapan tentangnya. Menyesali setiap bantahan, mengutuk setiap keluhan yang seharusnya tak kualamatkan padanya walaupun hanya dalam hati. Merenung, lalu menyimpulkan bahwa menjadi patuh tidak hanya membutuhkan cinta dan pemahaman, namun juga kesabaran yang harusnya selalu ditumbuhkan dengan keyakinan bahwa pasangan kita bukanlah Nabi yang sempurna, kalaulah kita menyandingkan kebaikan, pengorbanan, cinta dan kesabaran suami dalam menghadapi kita, istrinya, sungguh sebagai istri alangkah pongahnya kita jika kita tidak menjadi bersabar. Namun bersabar dengan tulus dan menjadi patuh tak semudah mengedipkan mata.

Bersabar bukan berarti menjadi lemah, bersabar adalah bahasa sejatinya cinta, jika ia disertai dengan kesungguhan untuk berusaha menjadi istri yang terbaik, dan istri yang terbaik adalah istri soleha. Dan sungguh pahalanya juga tidak tanggung-tanggung, kita dapat memilih pintu syurga manapun yang kita mau. Seperti sabda Rasulullah, shallallahu'alaihi wasallam

Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).

Sungguh tidak mudah menjalankan biduk rumah tangga. Walaupun dua jiwa telah dijadikan satu, namun sejatinya kita memang berbeda, menyatukan dua kepala bukan perkara yang mudah, butuh waktu, penyesuaian, juga ilmu. Suami tak selalu harus sejalan dengan pikiran sang Istri, suami malah akan salah jika menuruti semua permintaa istri, pun sebaliknya. Maka sungguh kesadaran akan pentingnya saling membersamai, menasehati, menyayangi dan juga menghormati sebagai pasangan hidup dalam perjalanan menuju ridho dan syurga-Nya adalah kata-kata kunci yang selalu diigat dan realisasikan agar bahtera rumah tangga tetap tangguh melaju di tengah hantaman badai dan gelombang. 

Pasangan kita bukanlah seorang yang sempurna, dalam beberapa hal mungkin seorang istri lebih hebat dari pada sang suami, namun hal tersebut janganlah membuat istri menjadi besar hati lalu jumawa, karena lelaki telah diberikan kelebihan beberapa derajat oleh Allah, dan para istri harus mengakui hal tersebut, bahwa suami kita jauh berada di atas kita dalam berbagai hal, jauh di atas kehebatan yang kita sangka. 

Allah Berfirman:
"Para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya...." (Al-Baqarah: 228).
"Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (Laki-laki) atas sebagian yang lain (Wanita), dan karena mereka (Laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka...." (An-Nisa': 34).

Yah, kita dan pasangan adalah dua jiwa dan pikiran yang telah menyatu, dalam proses pendewasaan dan memiliki celah masing-masing. Keberadaan pasangan adalah untuk melengkapi celah, saling menutupi dengan kelebihan masing-masing. Setelah pernikahan akan begitu banyak harapan dan angan yang akan kita bayangkan ada pada pasangan. Namun, perubahan membutuhkan waktu, sehingga terkadang kekecewaan datang dan menjadi udara kering yang menampar harapan. Harapan tentu saja harus selalu bertumbuh, hanya saja kita membutuhkan waktu, bukankah hidup memang tentang menunggu.

Yah, menunggu bukan hanya milik yang seseorang yang sedang menanti jodohnya. Bahkan setelah penantian berakhir karena menemukannya, penantian-penantian baru akan jauh lebih banyak, kita aka menunggu lebih lama. Akhirnya setelah sekian lama, saya mengerti tentang ungkapan yang menyatakan bahwa hidup adalah tentang menunggu. Dan dalam penantian tersebut harusnya kita menikmati tiap menit bahkan tiap detiknya, karena, bahagia bukan hanya tercipta pada saat menuai harapan menjadi nyata, namun sejatinya pada setiap waktu yang telah dianugerahkan pada kita.

Mungkin seperti menunggu kedatangan suami sepulang kerja. Tak perlu kita terlalu risau dan galau jika suami terlambat pulang. Dalam penantian, biasakan bibir kita selalu basah dengan doa untuk keselamatan suami tercinta, juga menyibukkan diri dengan berbagai aktifitas yang bermanfaat dan membuat kita bahagia, tak lupa mempersiapkan kedatangannya dengan riang serta menyambutnya dengan senyum merekah agar lelah sang kekasih menguap berganti ketenangan dan bunga-bunga cinta.

Yakinlah selalu bahwa keberadaan kita adalah sebagai seorang partner hidup yang ditugaskan membantunya dengan cinta, mengubah hal-hal negatif dalam dirinya dengan kasih sayang dan kesabaran yang dipupuk dengan keyakinan bahwa keberadaan kita akan membawanya menuju syurga. Ingatlah selalu kebaikan-kebaikan pasangan. Kesabarannya yang tak bertepi menerima semua kekurangan kita yang tidak pernah dilihat dan dimengerti orang lain, keberadaannya yang selalu menyediakan dada yang lapang juga bahu yang kuat untuk kita bersandar dan berkeluh-kesah,  dengan keyakinannya bahwa dia akan mampu mengantarkan istrinya menuju Syurga...  
..... mereka itu adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka... (QS. Al-Baqarah:187)



Buol, 5 Mei 2017

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Merayakan Aksara dalam Dekapan Keindahan Banggai




Luwuk, saya telah lama mendengar nama kota ini, adalah ibukota kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Beberapa sanak saudara saya, merantau dan akhirnya menetap di sana, pun mertua saya pernah menetap beberapa tahun di salah satu kacamatan di Banggai. Setiap mereka pulang ke kampung halaman, oleh-oleh berupa ikan asin dan cumi kering menjadi makanan yang selalu kami tunggu, hal tersebut membuktikan bahwa potensi kekayaan bahari Banggai begitu melimpah. Hal ini tak mengherankan karena sebagaian besar wilayahnya merupakan lautan yaitu sekitar 20.309,68 km2 dengan garis pantai sepanjang 613,25 km2, tentu saja menyimpan kekayaan bahari yang berlimpah.  Tidak hanya itu wilayah daratanya dengan luas 9.672,70 km2, dengan keanekaragaman tipografi berupa pegunungan, perbukitan dan dataran randah. Tanahnya menyimpan kesuburan, berbagai buah-buahan dapat tumbuh subur ranum. Bulan kemarin saya bahkan mendapat kiriman buah naga dan salak yang sangat manis dari saudara di Luwuk

Dari segi aksesibilitas menuju kota Luwuk, dapat ditempuh melalui semua jalur, baik transportasi darat, laut maupun udara. Dari ibu kota provinsi Palu, kota Luwuk dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 610 km dengan bus, ataupun kendaraan carteran. Bagi yang ingin perjalanan singkat dapat memilih trasportasi udara dari bandara Syukuran Aminuddin Amir, kita dapat memilih salah satu dari empat perusahaan penerbangan yaitu Garuda, Sriwijaya Air, Wings Air dan Express Air yang melayani rute-rute penerbangan regular setiap hari menuju Luwuk dari Palu, Makassar dan Menado. Dan bagi yan inugin mengakses dari jalur laut, bisa naik kapal laut tujuan Makassar-Luwuk atau Bitung-Luwuk.

Jika anda mencari tempat dengan paket wisata yang lengkap, maka Luwuk-lah tempatnya sebuah surga tersembunyi di Sulawesi. Mulai dari air terjun, padang savana luas nan hijau, bukit untuk melihat keindahan Luwuk dari ketinggian, serta pesisir pantai  yang indah. Saya akan mencoba mengeksplore satu-persatu. 

Yah, salah satu keistimeaan kota Luwuk adalah akses menuju tempat wisatanya yang mudah dijangkau. Ada sekitar belasan tempat wisata alam yang beragam, mulai dari pantai yang indah, air terjun eksotik, padang savana yang luas, hingga aliran sungai dan air terjun yang bening dan segar. Bahkan kita hanya perlu menempuh 5-15 menit untuk untuk mencapai tempat wisata selanjutnya.

Mengagumi Pesona unik di Air Terjun Soladik

Ada banyak pilihan wisata air terjun, beberapa di antaranya adalah, Air Terjun Tontoan, Air terjun Batu Tikar, Air Terjun PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro). Bagi pencinta traveling Air Terjun Batu Tikar wajib anda kunjungi karena medannya cukup menantang dan hanya bisa dicapai dengan haiking sekitar 1 km, Karena rutenya tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Selain itu, salah satu tempat wisata favorit masyarakat Luwuk adalah Air Terjun Soladik yang terletak di Desa Soladik yang bentuknya unik, bertinkat-tingkat dari suatu undakan ke undakan lain. 

Konon airnya yang berwarna kebiruan dan juga hijau tosca ini merupakan pertemuan sumber air dari dua gunung yang menyatu dalam air terjun bertingkat. Tak terbayangkan nikmatnya bermain dan mendengarkan gemercik air dengan  nuansa alam berupa hutan hujan tropis lebat nan asri, semua penat akan lebur tergantikan dengan kesan sejuk dan segar yang menjalar ke seluruh tubuh kita.



Menikmati Keindahan Padang Rumput Savana
Saat bayang-bayang keindahan Air Terjun Soladik terbayang dengan jelas, bergeser sedikit sekitar 10 menit perjalanan, kita akan tiba di Desa Lenyek dan akan kembali terpukau dengan keindahan padang rumput savana yang terhampar bagai karpet raksasa alami yang lapang dan luas, dengan latar perbukitan. Jika ingin mendapatkan kesan tak terlupakan, datanglah pada pagi hari, kilauan mentari pagi keemasan dari ufuk timur menyembul dari balik perbukitan berpadu dengan padang rumput luas, serta ditemani sapi-sapi yang merumput dengan tenang. Jadi tak perlu jauh-jauh ke New Zeland atau Amerika untuk menikmati pemandangan hijaunya padang rumput, silahkan berkunjung ke salah satu padang rumput terbaik di Indonesia,Desa Lenyek, Kecamatan Soladik, Luwuk, Banggai.


Romantisme Malam di Bukit Keles
Menjelajahi Luwuk rasanya tidak mengenal batas waktu, tidak hanya siang, pada malam harinya berkunjunglah ke Bukit Keles atau biasa juga disebut bukit kasih sayang. Dari atas  bukit kita akan tersihir oleh pemandangan seluruh kota Luwuk yang dikelilingi laut dan diapit perbukitan menjadi gemerlap bintang-bintang yang berkelap kelip layaknya malam di Kota Hongkong. Di bukit inilah setiap malamnya muda mudi ramai berkumpul menikmati gemerlap yang berasal dari lampu-lampu kota dan pelabukan ferry yang romantis sambil menikmati kudapan khas Luwuk, ada saraba, pisang kobe dan lopis.




Eksotisme Matahari Terbit dan Tenggelam di Pantai Kilo Lima
Bagi pecinta wisata bahari, tepat di jalur Trans Sulawesi kita akan menjumpai pesona Pantai Kilo Lima, yang nama uniknya ini berasal dari jaraknya yang hanya terletak 5 km dari di pinggiran kota sehingga sangat mudah dicapai dari arah mana saja. Keindahan panorama lepas pantainya sangat luar biasa ditambah dengan pemandangan bawah laut dengan keanekaragamannya membuat lokasi wisata ini menjadi pilihan utama para wisatawan. Hamparan pasir yang putih yang lembut, air laut yang jernih, serta kejaran ombak yang menghempas pantai akan membuat pengunjung menjadi betah berlama-lama di pantai ini. Pada pagi hari saat langit sedang cerah bersahabat, pemandangan cahaya keemasan matahari terbit berpadu dangan putihnya pantai serta jernihnya air laut membuat keindahan pantai ini begitu eksotik. 


Merasakan Surga Bawah Laut di Tinapalu
Pulau Tinalapu, sebuah pulau kecil yang hanya membutuhkan waktu 1 menit untuk mengelilinginya. Yah pulaunya memang kecil kira-kira hanya setengah lapangan bola, namun keindahan alam bawah laut yang tersembunyi di pulau kecil ini sungguh luar biasa. Pasir yang amat halus akan membuat kaki anda nyaman untuk berjalan kesana kemari. Jika telah menceburkan diri di laut kita akan disambut oleh ikan tropis dengan berbagai warna dan corak, juga hutan coral yan sehat dan subur.  Spot taman bawah laut di pulau ini pun termasuk dangkal dengan kedalaman yang berfariasi, bahkan ada yang hanya semata kaki. Jadi tunggu apa lagi, cukup menempuh 2 jam perjalanan dari Luwuk ke Pagimana dengan menyewa Boat yang memakan waktu 30-45 menit, maka anda akan menemukan sebuah surga bawah laut.



Begitulah, Sulawesi Tengah, kabupaten Banggai sebuah kabupaten yang menawarkan berjuta pesona yang tidak ada habisnya. Beberapa tempat di atas hanya beberapa wisata unggulan di Luwuk namum masih banyak lagi tempat wisata yang belum diulas. Daya tarik sebuah kota, tidak hanya dilhat dari sekedar keindahannya saja, namun sejarah, keramahan masyarakat serta semua potensi yang terjalin akan menghadirkan daya magis tersendiri. Baru-baru ini kita mendengar Sulawesi Tengah sukses menggelar Sail Tomini, yang sukses diadakan dan telah menarik ribuan wisatawan untuk datang. 

Saat ini, Banggai sedang berbenah, mencoba menghidupkan sebuah sejarah literasi, membentuk sebuah ikon baru menjadikan Luwuk kota aksara melalui sebuah festival sastra yang rasanya mendengarnya saja telah membawa semangat kebahagiaan dan debar-debar yang berdesir di hati. Apalagi membayangkan tempatnya yang begitu istimewa dan penuh pesona.

 Ini adalah kali pertama, kegiatan literasi akbar diadakan di Sulawesi Tengah, di Indonsia timur selama ini kegiatan literasi hanya terdengar di Sulawesi Selatan. Memang sudah saatnya semangat literasi tumbuh di semua tempat. Dengan adanya Festival Sastra Banggai (FBS) ini yang mengangkat tema Rayakan Kata, Bumikan Ilmu ini diharapkan semua potensi khususnya potensi literasi masyarakat Banggai akan dapat digali dan menjadi semangat untuk terus disebarkan ke seluruh penjuru Indonesia.

Saya sudah tidak sabar membayangkan bersua dengan penulis-penulis dan tokoh-tokoh sastra Indonesia di sebuah tempat yang begitu istimewa. Di sebuah kota yang dikelilingi oleh pantai dan laut biru serta diapit oleh bukit-bukit yang menghamparkan padang savana dan air terjun eksotik. Saya yakin, keindahan Luwuk akan segera terekam dalam aksara dan mengabadi.


Saya berharap dapat berpartisipasi dalam festival sastra kali ini. Tidak dapat disangkal bahwa jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia kegiatan literasi di Sulawesi Tengah, masih jauh tertinggal. Penulis merasakan sendiri betapa gersangnya geliat literasi di salah satu kebupaten di Sulawesi Tengah, khususnya kabupaten Buol, hampir sudah satu tahun saya menetap di kota ini, sungguh sangat memprihatinkan, saya tak menemukan sebuah toko bukupun, perpustakaan kota yang sangat kondisinya tidak layak, belum terbentuk satupun komunitas yang berbau literasi, bahkan nol kegiatan seminar untuk menularkan kegaiatan liteasi. 

Dengan adanya FBS dan lomba blok "Bangga di Banggai" saya berharap partisipasi ini sebagai langkah membangun titik tolak kebangkitan literasi agar bisa ditularkan ke segala penjuru Sulawesi Tengah, bahkan seluruh Indonesia.

Oleh
Andi Asrawaty
Seorang ibu rumah tangga, pecinta sastra dan sekarang aktif mengajar di STIE Mujahidin Toli-Toli Cab. Buol

Bahan Bacaan:
1.  www.banggaikab.go.id/home/letak-geografis/ diakses 30 Maret 2017
2. http://lodos84.blogspot.co.id/2016/12/pesona-luwuk-banggai-luwuk-adalah-salah.html diakses 30 Maret 2017
3. https://supertama.com/2015/09/24/holy-day-holiday-in-luwuk/ diakses 30 Maret 2017


#Banggai
#FBS2017
#BanggaDiBanggai  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Murka Cinta

Perihal marah yang selalu ribut dihatiku
Hanya kamu yang mampu membuatnya diam
Juga tentang kesal yang berteriak tanpa ampun
Akhirnya kamu jua yang bisa membuatnya tenang
Dan sesak yang menerjang ke segala arah
Hanya kamu yang mampu meredakannya
Lalu sedih yang menjadi badai berputar ke segala penjuru
Kamulah yang berhasil menungganginya, lalu mengiring menjadi pelangi
Marah, kesal, sesak juga sedihku
Selalu berhasil kau ubah menjadi cinta yang semakin bertumbuh sayangku...

Buol, 20 Maret 2017

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untuk Sahabat

Beberapa bulan belakangan ini, aku seakan agak pelit untuk berbagi kenangan. Terlebih kenangan kita. Hanya ingin menikmatinya sendiri. Karena hari-hari kebersamaan kita adalah satu hari-hari termanis yang pernah kita miliki.
Apakah aku kesepian tanpamu, memang.
Namun, setelah kuboyong buku-bukuku bersamaku, rasanya semua menjadi jauh lebih baik.
Beberapa buku akan kubaca ulang, lalu kenangan kita berpendar bermunculan bagai kunang-kunang di tengah pekat malam. Skrip tentang diskusi-diskusi kita, bagai tertulis jelas pada lembaran papyrus.
Kau tak akan pernah terganti oleh apapun dan siapapun jua. Namun kita harus menjalani takdir masing-masing, berjuang di tempat yang memang di sanalah kita semestinya berada.
Namun dengan buku dan tulisan kita selalu berjumpa menuntaskan rindu yang tak pernah usai.
Akh, kau benar Desember akan segera berlalu, harapanku tak banyak, aku berharap imanku akan lebih kuat untuk menghadapi tantangan selanjutnya. Semoga Allah senantiasa menjaga kita, menunjukkan kita jalan cahaya yang selalu kita cari.
Desember tahun lalu, kita masih bersama bercerita tentang segala, tanpa pernah berpikir, kebersamaan raga ternyata begitu singkat. Dan tak pernah ada ucapan perpisahan, karena kita merasa masih bersama.
Yah, rumah akan selalu menjadi tempat yang paling nyaman, terlebih untuk perempuan bukan. 
Bahkan, karena terlalu nyaman di rumah, aku bahkan belum tahu di mana letak perpustakaan di sini, bahkan setelah enam bulan lebih. Tapi, karena kau memaksaku akan ada yang terpaksa menemaniku, mengunjungi perpustakaan. :)
Kau tetaplah riang dan buat dunia tertawa, jangan selalu berpura-pura kuat, temukan seseorang untuk menjagamu.
Kau tetaplah sabar, namun jangan terlalu datar, aku selalu berdoa Dear, semoga aku segera mendapat kabar bahagia.
Kau, tetaplah berjuang dan bermimpi, suatu saat mimpi-mimpi kita akan menjadi nyata.
Kau tetaplah keren, wujudkan hal-hal keren yang ada dikepalamu, sebelum armagedom.  Eh
Kau, tetaplah teguh dan kuat melebihi batu karang, buat aku kembali bergidik dan malu karena aku tak bisa seteguh dirimu.
Kau, tetaplah belajar, setelah kita dewasa, nyatanya tak ada lagi debat, semua mengalir menjadi diskusi.
Kau, sosok misterius yang kukagumi, tetaplah menjadi dirimu yang menyayangi dan msnghawatirkan semua orang.
Uhibukifillah, siapapun yang beruntung lebih dahulu mendiami firdaus, sebutlah namaku agar kita akhkirnya akan bersama.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lelaki Biasa

Dia lelaki biasa
Yang kini menjadi laki-laki yang sangat Istimewa
Karena telah sanggup menerimaku sebagai amanahnya, 
Dengan cinta yang sempurna

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Man

He can't give me surprise by planned
He cannot even choose secret gift for surprise me
But it still any surprises in every sincere relationship
Sometimes, his words are the surprise itself cause its totally unplanned,
He said from the bottom of his heart
Not in romantic way, but its showed on his truth
Yes, he's not romantic et all
Someday, we planed about our first wedding anniversary, he ask me the gift I want
I don't wanna say, and asked to search himself what I want, may by asking somebody,
but he ignored
He said, I don't want to give my wife the gift based on someone choice, because it hers not your,
I wanna give you something you want not another woman want,
he said by hug me tighten and kiss my head softly and I feel my heart become a beautiful garden with full of flower and butterfly fly around
Finally, I said what I want, and accept he can not to be romantic and I receive all his honest reason and the way he expressed it is the most romantic and surprise moment.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dua Perempuan Hebat



Malam ini aku kembali membuka laptop kesayanganku, laptop yang memberi sejarah tersendiri. Laptop yang telah menemani perjalanan studiku. Yang paling aku ingat, laptop ini adalah pembelian Etta, yang kuterima dengan hati yang mengembang bahagia. Bersamanya telah kutuliskan banyak kenangan, kegembiraan, kesedihan, keresahan, juga kerinduan, tentang segala hal. Dari laptop sederhana ini aku telah menyelesaikan tugas akhirku dengan keringat dan air mata, juga banyak pengorbanan. Malam ini kutuliskan potongan-potongan kata, menghangatkan tuts-tuts keyboard laptopku yang telah lama kudiamkan. Dan aku larut dengan kegembiraan dan kesedihan yang lain, lalu melupakannya. Kini aku kembali, menemaninya, mungkin sebagai rasa terima kasih, juga ungkapan rindu. Telah lama juga, aku tidak menjalin kata bersamanya. Aku akan memulainya dengan menceritakan dua perempuan hebat dalam hidupku.
Akan kuawali kisahnya dengan berbagi kisah tentang kehidupanku yang baru setelah menikah, di sebuah kota asing, bahkan namanya tak pernah kudengar sekalipu, kota Buol, dengan orang-orang baru, logat yang berbeda, makanan yang berbeda, hah semuanya berbeda. Namun, ada yang tidak berbeda, harapan dan keyakinan yang sama membawaku ke sini, bersama doa orang-orang yang kucintai di seberang langit Selatan, kota bernama Bone, tempat kelahiranku bersama wajah-wajah yang begitu aku cintai, juga Makassar, kota di mana aku mengenyam pendidikan, merasakan manisnya madu pendidikan. 

Saat ini, aku merasakan aroma baru setiap bangun pagi. Bahkan saat hujan tiba, entah merasa aku merasa selalu ada yang aneh, mungkin khawatir atau gelisah. Tak bisa kusebutkan perasaan itu. Jelasnya, saat minggu-minggu pertama aku merasakan, setiap hujan tiba ada perasaan takut, ada perasaan yang muncul, seperti aku melupakan sesuatu di bawah hujan, entah apa dan aku takut sesuatu itu kehujanan. Perasaan yang aneh, namun sejalan waktu, walaupun aku masih dapat merasakan perasaan itu, namun dia telah menghilang, sedikit demi sedikit. Hujan tetap sama, aku akan kembali menyukainya walau ia membawa hawa dingin yang kadang-kadang membuat nafasku sesak. Yah, lambat laun mungkin itu adalah perasaan yang muncul jika kita berada di tempat yang berbeda, suasana yang lain, semacam perasaan untuk beradaptasi mungkin. Kini, perasaan itu hampir pudar karena kehangatan rumah ini, ada mama yang begitu sabar mengajariku segala hal. Di sini aku tinggal bersama mama, etta, dan suamiku. Suamiku anak bungsu, hanya dua bersaudara kakaknya perempuan yang telah berkeluarga dan memiliki rumah sendiri, yah jadilah jika Etta dan Suamiku pergi bekerja aku serasa menjadi anak tunggal. Hanya aku dan Mama. Itupun Mama dan Etta tidak selalu di rumah ini, Etta memiliki tempat tinggal di desa lain CCM, begitu aku dengar sebuah perusahaan kelapa sawit, Etta dan Mama mendirikan koprasi di sana, makanya mereka lebih sering di sana, namun jika hari libur dan telah terima gaji dan saat-saat tertentu mama dan Etta pulang ke rumah ini.  

Yah, Mama, perempuan yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan suamiku. Perempuan keren, mama mertua gaul dan baik hati. Mama dengan senang hati mengajariku memasak, juga segala hal hingga remeh temeh. Mama sabar, juga memberitahuku dengan halus juga jenaka tentang hal-hal salah yang kulakukan, yah mama orangnya sangat humoris, berbeda dengan ummi yang kata-katanya dipenuhi kata-kata mutiara. Oh yah aku tidak bisa membandingkan antara mama dan Ummi, mereka memiliki kekerenannya masing-masing. Yah, aku memang belum memiliki kemampuan masak yang mumpuni. Anggap saja ada beberapa alasan pembelaan sehingga aku tidak begitu lincah di dapur. Sejak kecil aku menderita asma, Ummi juga begitu sayang padaku, sehingga aku tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat, di rumahku juga selalu ada keluarga perempuan yang tinggal untuk bersekolah, sehingga aku tinggal tahu semuanya beres. Ummi hanya mengajariku keterampilan dasar, mencuci baju, cuci piring, menyapu, masak nasi, masak ikan, dan sayur. Hanya itu, beranjak sekolah ke Makassar, walaupun menunpang di rumah Om, aku pun tak pernah memasak selain membantu memotong-motong sayuran di dapur, karena Om memiliki warung makan, jadi makanan telah tersedia. Dan sampai aku menikah, aku hanya ingat, hanya bisa memasak sayur bening, dan capcai. Memasak ikan masak dan menggoreng ikan, itupun aku sangat takut menggoreng ikan, di tambah lagi, semuanya aku lakukan dengan slow motion kata mertuaku, hehe.

Namun, sungguh Allah menyayangiku, aku mendapatkan mertua yang baik, yang sangat sabar mengajariku memasak. Sungguh, budaya masak yang sangat berbeda. Mulai dari pemilihan ikan saat berbelanja ke pasar, tempat membeli sayur serta rempat yang murah, cara menjaga kebersihan rumah, sampai cara mengulek. Tapi sungguh ajaran Ummi yang begitu berharga adalah dasar keimanan yang kuat, tatakrama dan sopan santun, juga cara membawa diri terhadap suami, mertua bahkan lingkungan. Yah, mungkin Ummi tidak terlalu banyak mengajariku masak dan lain-lain karena keterampilan itu dapat dipelajari, namun keterampilan hidup yang telah Ummi ajarkan dengan sabar dan ikhlas adalah bekal yang sangat langka, yang tidak bisa dipelajari dengan instan yang telah ummi tanamkan bahkan sejak aku masih dalam rahimnya. I love you Ummi, I love you Mama, semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan serta kebahagiaan kepada kalian, agar kami anak-anakmu terus saling melengkapi dalam menjalani rumah tangga dengan restu kalian, dan membawa kebahagian untuk kalian.   

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS