Aku.
Tak pernah lagi mengusir rindu
Menghirup nafas, membiarkn rindu menelusup ke dada
Menikmatinya diam-diam
Sambil mengigat-Nya
Dan masih ada ingatan yang menjaring wajahmu
Di antara desah nafas
Aku tak perlu mengusir rindu
Biarkan dia menjelajah
Di tempat yang semestinya
Sungguh tak perlu mengusirnya
Bisa-bisa dia berubah ganas menjadi badai
Bukankah rindu telah kau takar
Agar angin yang mengingatkanmu pada-Nya
Betapa indah segala cipta-Nya
Biar rindu menjadi angin sepoi
Yang akan menawarkan sejuk di hati
Saat melihat ideologi terinjak-injak.
Mungkin kita berbeda, tapi yakinlah kita berasal dari sebuah cahaya yang sama, putih...
Komentar