Langsung ke konten utama

Tentang Jantung Hatiku

Selain pada-Nya,
Hanya padamu kukabarkan, bagaimana keadaan jantung hatiku
Bahwa ia telah berlubang menganga....
Sekarang tidak hanya pada satu kutub, tapi dua
Hanya padamu dapat kuungkapkan rasa kehilangan yang menderas dari kedua bilik Jantung hatiku yang terkoyak
Tentang langitku yang telah dicuri... Apa yang lebih perih?
Tak ada, saat Langitmu dicuri semua gelap...
Kehidupan akan berakhir...
Langit pertamaku, dia telah menjelma badai, petir dan guntur bersahut-sahutan. Membuatku hangus. Aku jengah, terkadang ingin berlari lalu berharap hilang,
Tapi ingatan tentang bumi yang membutuhkanku menjadi semangat hidupku...
Dan maaf dan harapan masih terus ada...
Toh aku masih ada langit yang lain, yang selalu ada, menemaniku
Tapi kemarin, kudengar kabar badai telah datang lagi...
Hendak merebut langitku yang kedua.
Hatiku telah dihinggapi lubang menganga...
Tidak, aku belum kehilangan langitku yang kedua, aku akan mempertahankannya...
Tapi sungguh Jantung hatiku, telah mengalami cacat permanen, berupa kekecewaan yang mengundang segala bentuk perih yang paling perih, dan hanya padamu kuungkapkan semua.
Saat kedua langitku menghianatiku, Dia yang Maha Agung datang menawarkan langit yang teduh untukku, itu kamu, Langit... Ku..
Kau tak bisa menawar sakit hati, tapi mampu menawarkan sebuah perlindungan baru yang Indah
Kau menawarkan menjadi langit di malam-malamku,
Lalu ia menjadi doa yang terus mengepul di Arsy dalam sujud-sujud panjangku
Telah kuhempaskan nama-nama lain yang mencoba mengusik fikirku,
Aku memilihmu, seperti kau memilihku.
Terimakasih telah menemukanku di antara ribuan bunga yang merekah.
Aku, tak akan membiarkanmu tercuri.
Tapi, pengalaman membuatku memikirkan kemungkinan terburuk.
Jika kau menaungi bumi yang lain, maka kau akan menambah lubang di Jantung hatiku, tepat ditengahnya dan lubang ketiga akan membuat kehidupanku berakhir, aku lenyap.
Aku memohon pada-Nya, menyebut namamu seorang, semoga kau adalah langit yang tercipta untukku.
Jadikan aku bumimu yang tunggal seperti katamu, dan akan kuserahkan semua pengabdianku padamu, kuhadirkan sejuta Pelangi yang akan menghiasi hidup kita.
Pada suatu ketika yang selalu kita nantikan...

Untukmu Langit,
01.08.2014 02.30
Saat terbangun dari mimpi buruk

Komentar

Unknown mengatakan…
Langit akan membiru menjemput senja pelangi di ufuk sore, dan berjanji pada alam akan menjaga malam-malamnya hingga fajar hadir kembali memneri warna di hari-hari selanjutnya..... semoga ridho Tuhan turun menyertai embun yg kan menyejukkan hati kita yg saling berdialektika nilai. Amin

Postingan populer dari blog ini

Catatan Kecil Untuk Diriku...

Dalam perjalanan hidup, terkadang kita terlalu banyak memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak akan terjadi. Pikiran-pikiran negatif, perasaan-perasaan yang tidak seharusnya. Pikiran dan perasaan itu lalu menumpuk, bagaikan benang kusut yang kita tidak pernah tahu, bagaimana dan kapan akan berakhir. Pada titik itu, kita dilanda depresi. Suatu hal yang sebenarnya ilusi yang kita ciptakan sendiri. Jika berada di titik itu, tariklah nafas. Terima keadaan, terima dirimu, dan selalu yakin bahwa Allah selalu ada, dimanapun dan bagaimanapu  kondisi kita. Berikan waktu untuk diri, mulaikah pikirkan hal-hal yang baik dan indah, tentang semua hal yang kita lewati, tentang semua rintangan yang telah kita hadapi. Singkirkan satu persatu kecemasan yang tidak semestinya. Mulailah membuat impian, pikirkan langkah-langkah kecil yang akan membuat semuanya menjadi lebih indah. Jika terdapat hambatan, yakinlah itu hanya ujian untuk membuatmu semakin kuat. Membuat cerita dalam perjalanan hidupmu ak

Merayakan Aksara dalam Dekapan Keindahan Banggai

Luwuk , saya telah lama mendengar nama kota ini, adalah ibukota kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Beberapa sanak saudara saya, merantau dan akhirnya menetap di sana, pun mertua saya pernah menetap beberapa tahun di salah satu kacamatan di Banggai . Setiap mereka pulang ke kampung halaman, oleh-oleh berupa ikan asin dan cumi kering menjadi makanan yang selalu kami tunggu, hal tersebut membuktikan bahwa potensi kekayaan bahari Banggai begitu melimpah. Hal ini tak mengherankan karena sebagaian besar wilayahnya merupakan lautan yaitu sekitar 20.309,68 km2 dengan garis pantai sepanjang 613,25 km2, tentu saja menyimpan kekayaan bahari yang berlimpah.   Tidak hanya itu wilayah daratanya dengan luas 9.672,70 km2, dengan keanekaragaman tipografi berupa pegunungan, perbukitan dan dataran randah. Tanahnya menyimpan kesuburan, berbagai buah-buahan dapat tumbuh subur ranum. Bulan kemarin saya bahkan mendapat kiriman buah naga dan salak yang sangat manis dari saudara di Luwuk .  Da

Cenning Rara

Di luar angin berhembus pelan, namun menipkan udara dingin hingga menembus sumsum tulang rusuk, masuk lebih dalam menghujam hati.  “Ibu, aku begitu rindu, sangat. Namun, apakah aku mampu untuk pulang? Ibu, bisakah aku mengatakan tidak. Haruskah aku kembali menghianatimu.  “Maaf Mak.” Uleng memendang bulan, air mata jatuh, menganak sungai. Hatinya tersandra dilema. Andi Cahaya Uleng, nama yang indah seindah artinya, cahaya bulan. Namun sayang, malam ini, untuk kesekian kalinya, hatinya dilanda prahara.  Yah, setiap kali rencana penghianatan menuntut dan berontak dibenaknya, bayangan cinta itu selalu hadir, membelai, menghangatkan, menenangkan. Bayangan cinta itu, yang tidak akan pernah pergi dari benaknya, bahkan nama yang indah itu juga pemberian cinta dari sang Ibu yang disapanya “Emmak”. Bayangan Emmak setia datang menemani, bahkan saat Emmak jauh. Aura cinta Emmak tak pernah pudar, bahkan semakin terasa. Angan-angan Uleng melambung jauh. Lagi, merasakan cinta tak bersyarat Emmak. Ya